Buku Sejarah Nasional Indonesia, karya Marwati Djoened Poesponegoro & Nugroho Notosusanto mencatat, tradisi memakai baju baru saat Idul Fitri sudah ada sejak zaman dulu. Bahkan jauh sebelum Indonesia merdeka. Tepatnya, dimulai sejak tahun 1596 pada masa Kesultanan Banten.
Namun, di masa itu hanya kalangan kerajaan saja yang bisa membeli baju bagus untuk hari raya. Sementara mayoritas rakyatnya masih menjahit baju mereka sendiri. Kini, sudah semakin banyak orang yang mampu membeli baju baru. Baju tidak lagi menjadi kebutuhan, tetapi juga menjadi komoditas yang memacu orang untuk semakin konsumtif.
Trend berpakaian tidak lepas dari perkembangan revolusi industri yang turut memunculkan fast fashion. Ketika mesin jahit ditemukan, industri pakaian memproduksi baju secara cepat, masif, dan menggunakan bahan tekstil berkualitas rendah agar bisa dijual murah. Harga pakaian yang murah membuat semakin banyak kalangan mampu membeli baju baru. Akan tetapi, kualitas yang buruk membuat pakaian-pakaian ini tidak tahan lama atau cepat rusak.
Jika dalam satu keluarga ada empat orang dan masing-masing membeli dua stel baju lebaran, berapa banyak potensi limbah tekstil yang dihasilkan? Lalu coba kalikan dengan jumlah penduduk di kampungmu yang rata-rata per satu rukun tetangga sekitar 30-50 kepala keluarga. Berarti dalam satu RT saja sudah ada sekitar 240-400 stel baju baru. Nah, kalau satu negara dikumpulkan kira-kira berapa baju setiap tahunnya, ya?
Baca juga: Peran Akademisi Dalam Perbaikan Bangsa
Dampak Limbah Industri Tekstil
Fast fashion tidak hanya berdampak pada pertambahan limbah kain bekas tetapi juga penggunaan air. Menurut data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tahun 2023, sampah tekstil menyumbang 2,87% dari total komposisi sampah nasional. Sederhananya, estimasi sampah tekstil tahun 2023 mencapai 1,75 ton, dengan asumsi total timbulan sampah nasional rata-rata 70 ton per tahun. Industri tekstil di Indonesia, menjadi salah satu industri paling boros dalam penggunaan air. Sebanyak 93 miliar meter kubik air digunakan oleh sektor tersebut per tahunnya. Setara dengan 31 kali kapasitas Waduk Jatiluhur yang berkapasitas sekitar 3 miliar kubik air.
Di Indonesia, tingginya konsumsi pakaian dari industri fast fashion yang modis dengan harga ekonomis menjadi tantangan tersendiri karena rendahnya tingkat daur ulang limbah tekstil. Meski demikian, baru-baru ini semakin banyak industri fashion yang perlahan mengubah gaya produksi mereka menjadi lebih bijak dengan menerapkan sustainable fashion.
Tampil Modis dengan Baju
Ada langkah bijak dan sederhana untuk kamu yang ingin tetap fashionable di hari lebaran nanti, cobalah beberapa pertimbangan berikut ini:
- Mix and Match baju lama
Jika kamu mau belajar membiasakan diri memadupadankan pakaian, kamu tidak akan bingung ketika tidak punya baju baru. Kemampuanmu dalam membuat kesan baru meski pakai baju lama merupakan bagian dari latihan mengasah kreativitas. Padu padankan baju lamamu dengan batik atau kain wastra favoritmu.
- Tukar Baju
Ajak teman dekatmu, saudara kandung atau bahkan sepupu untuk barter. Ini bisa jadi solusi untuk punya baju second rasa baru. Pastikan melakukan aktivitas bertukar pakaian dengan sukarela. Jika mendapat hadiah baju lebaran dari keluarga atau teman, donasikan baju lamamu yang layak pakai pada orang yang membutuhkan.
Baca juga: Jangan Pernah Berhenti Mencintai Indonesia
- Beli baju Pre-loved
Kini mulai banyak pengusaha yang menjual pakaian bekas dari brand-brand ternama dengan bahan yang berkualitas. Pastikan memilih toko yang menjual baju bekas original dalam kondisi baik dan bersih.
- Beli Baju Secukupnya
Belilah baju baru untuk mendukung pengusaha fashion yang ada di sekitarmu atau sebagai hadiah pada orang-orang terkasih. Beli secukupnya dan pastikan baju yang kamu beli menggunakan bahan berkualitas. Berbagi rejeki dengan ketulusan membuat lebaran juga lebih bermakna.
Setiap pilihan yang kita ambil punya konsekuensi terhadap bumi yang kita huni. Jadikan momen lebaran lebih bersahaja tanpa kehilangan esensi untuk saling berbagi dalam sukacita
Erna Setiani
Kader Pusaka Indonesia Jawa Barat
Daftar referensi:
- Sejarah Tradisi Beli Baju Baru Jelang Lebaran, Dimulai sejak Kapan? Kompas Online, 10 April 2023
- Italian Fashion School: Apa itu Sustainable Fashion: Contoh Brand dan Kenapa Sangat Penting? 17 Desember 2024
- Kemenkeu: Fast Fashion: Tren Modis dengan Harga Ekologis, 24 Januari 2025
- Mengenal Fast Fashion dan Dampak yang Ditimbulkan
Reaksi Anda:




