Ramadhan selalu menghadirkan cerita yang menarik. Berbagi makanan, kebersamaan, silaturahmi, hingga momen pulang kampung untuk bertemu sanak keluarga menjadi tradisi yang ikut dirayakan oleh masyarakat yang tak terbatas pada umat Muslim saja. Tetapi, di balik euforia Ramadhan, ada masalah baru yang tak bisa kita abaikan: sampah yang menumpuk.
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada 2024-2025 mencatat peningkatan volume sampah hingga 20% pada setiap momen Ramadhan, dibandingkan hari-hari biasa. Sebagai gambaran, dapat kita lihat pada data timbunan sampah di beberapa kota besar. Berdasarkan informasi dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya pada 2023, pada hari biasa, sampah yang masuk ke TPA hanya sekitar 100-200 ton per hari. Pada bulan Ramadhan, jumlahnya meningkat jadi 400-500 ton per hari.
Sementara itu di Bandung Raya, pada 2025 BRIN mencatat peningkatan volume harian sampah hingga 40% pada bulan Ramadhan. Hal sama dapat kita lihat di kota-kota besar di luar Pulau Jawa, misalnya kota Makassar. Di kota ini, pada hari biasa tercatat timbunan sampah harian sebesar 800 – 100 ton, yang meningkat jadi 1000-1.100 ton pada bulan Ramadhan.
Baca juga: Edukasi Pilah sampah, Aksi Nyata Kader Pusaka Indonesia dalam Jaga Bumi dan Lingkungan
Ada beberapa penyebab utama yang mengakibatkan meningkatnya timbunan sampah pada bulan Ramadhan ini. Bukan hanya sisa makanan yang tidak dikonsumsi, tapi juga plastik-plastik bekas yang dihasilkan dari pembungkus makanan sekali pakai, dan plastik yang dihasilkan dari belanja online.
Jadikan momen Ramadhan tahun ini untuk berefleksi dan memperbaiki diri dengan lebih peduli pada dampak lingkungan dari makanan yang kita konsumsi. Berikut ini ada beberapa tip yang bisa kita ikuti agar tidak ikut berkontribusi terhadap peningkatan timbunan sampah:
- Beli Takjil Secukupnya, Hindari Food Waste
Suka hunting takjil yang manis-manis dan enak-enak itu? Berburu takjil memang selalu mengasyikkan. Tak perlu repot bikin sendiri di rumah, cukup kunjungi pusat-pusat penjualan takjil, dan kamu bisa menemukan berbagai jenis panganan untuk berbuka puasa. Namun, seringkali kita membeli makanan berlebihan karena euforia semata. Makanan yang tidak habis, akhirnya berakhir di tempat sampah dan terangkut ke TPA.
Jika ingin berkontribusi terhadap pengurangan tumpukan sampah, maka sebaiknya beli makanan secukupnya, sesuai yang mampu kita habiskan. ‘Lapar mata’ seringkali membuat kita berbelanja berlebihan di luar batas kemampuan konsumsi kita.
- Bawa Wadah dari Rumah saat Berburu Takjil
Jika kamu tetap ingin berburu takjil namun tidak ingin menambah tumpukan sampah, ini adalah salah satu solusi yang efektif. Siapkan wadah makanan dari rumah. Dengan demikian, kamu tidak perlu menggunakan wadah plastik sekali pakai. Selain itu, dengan membawa wadah sendiri, kamu bisa memastikan keamanan dan kebersihan makananmu. Penggunaan wadah makanan yang kokoh akan menghindarkan makanan terkontaminasi residu mikroplastik yang berbahaya untuk tubuh.
Baca juga: Edukasi Pilah Sampah lewat Program TTS
- Olah Sisa Makanan yang Tidak Habis
Saat kamu membuat es buah dari buah-buahan segar, kulitnya bisa kamu olah jadi Eco Enzyme. Sisa atau limbah makanan yang tidak habis bisa diolah menjadi kompos. Daripada dibuang ke tempat sampah lalu menumpuk di TPA, langkah ini bisa kamu coba sebagai wujud nyata kepedulian lingkungan.
Mengapa Eco Enzyme? Selain mampu memperbaiki kualitas air, Eco Enzyme juga dapat digunakan untuk penyembuhan luka. Sementara itu, kompos yang diolah sendiri, dapat digunakan sebagai media tanam untuk berkebun di pekarangan atau dengan pot. Kamu bisa belajar tip membuat kompos di sini.
- Belanja Seperlunya, Sesuai Kebutuhan
Tak dapat dipungkiri, pada momen bulan Ramadhan membuat banyak orang berbelanja lebih untuk diberikan kepada keluarga maupun kerabat, atau sekadar bentuk ekspresi kesenangan menyambut perayaan lebaran. Pusat-pusat perbelanjaan pun menjadi lebih membludak dibanding hari-hari biasa. Alur pengiriman barang lewat ekspedisi juga jauh lebih padat. Kurir-kurir menjadi lebih sibuk dari biasanya. Puncaknya terlihat menjelang lebaran. Perkakas rumah tangga hingga baju lebaran menjadi barang yang paling dicari.
Untuk itu sebelum memutuskan check out dari keranjang marketplace, coba renungkan kembali: apakah kamu benar-benar membutuhkannya? Atau, saat memilih bingkisan untuk keluarga, apakah memperhatikan kemasan yang digunakan? Adakah cara untuk meminimalkan penggunaan plastik?
Ramadhan bisa kita jadikan sebagai momen berefleksi, untuk mengubah sikap menjadi lebih baik, dan menjadikan hidup lebih bermakna. Salah satunya dengan lebih mencintai bumi dan lingkungan.Mari buat ramadhanmu lebih baik tahun ini!
Aniswati Syahrir
Kader Pusaka Indonesia DKI-Banten
Sumber referensi:
- https://www.surabaya.go.id/id/berita/73220/sampah-ke-tpa-meningkat-saat-ramadan-pemkot-surabaya-imbau-warga-hindari-penggunaan-plastik
- https://www.brin.go.id/news/125131/volume-sampah-di-bandung-raya-meningkat-40-pada-ramadan-dan-idulfitri
- https://makassar.antaranews.com/berita/616426/mencari-solusi-pengelolaan-sampah-di-makassar-suara-hati-pekerja-tpa-antang
Reaksi Anda:




