Menjaga tubuh tetap prima di minggu terakhir bulan Ramadhan merupakan sebuah tantangan tersendiri. Perubahan pola makan dan istirahat saat berpuasa, seringkali menyebabkan masalah pencernaan seperti mual, pusing, dehidrasi ringan, dan kembung. Mengkonsumsi herbal dapat menjadi solusi yang tepat untuk mengantisipasi keluhan ringan tersebut. Kandungan antioksidan, anti radang, anti inflamasi yang melekat dalam bahan herbal dapat membantu menguatkan sistem imun yang berperan menjaga kesehatan organ tubuh dan sekaligus memperlancar pencernaan.
Bahan herbal yang sudah melegenda dan selalu tersedia di dapur, dapat menjadi pasukan penjaga imun tubuh. Di antaranya jahe,serai, kunyit, cengkeh dan kayu manis. Kelima bahan ini selain mudah didapat karena biasa tersedia di dapur, juga bermanfaat menjaga dan meningkatkan kesehatan tubuh.
- Jahe
Rempah beraroma harum dan menghangatkan ini memiliki kandungan utama gingerol sebagai senyawa antioksidan dan antiinflamasi. Dapat membantu mengurangi nyeri, melindungi sel dari kerusakan radikal bebas juga memiliki efek antimikroba.
Menyeduh minuman jahe sebelum sahur maupun berbuka puasa membantu tubuh lebih nyaman dan menghangatkan. Selain itu, juga dapat membantu organ pencernaan bekerja dengan lebih baik.
- Serai
Serai dengan kesegaran aromanya termasuk rempah yang digemari sebagai bumbu masakan khas Indonesia. Jangan ditanya soal rasanya, masakan menjadi lebih lezat dengan sentuhan batang serai. Peran serai juga mampu menjaga kesehatan serta memberi efek merilekskan tubuh. Kandungan imunostimulan dapat membantu merangsang dan meningkatkan komponen sistem imun tubuh.
Selain itu, kandungan zat antiseptik dan anti inflamasi pada serai, berkhasiat dalam meredakan gas di perut. Jika perut sedang tidak nyaman atau kembung, meminum segelas teh serai disarankan untuk mengatasinya. Tak hanya itu, kandungan antimikroba pada serai juga dapat membantu mengatasi bau mulut saat berpuasa.
- Kunyit
Rimpang yang berwarna kuning ini mengandung kurkumin yang berperan dalam membantu mengurangi peradangan dan melindungi organ tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Kunyit yang beraroma segar ini selain digunakan sebagai bumbu masakan, juga membantu meredakan nyeri haid.
Pada saat berpuasa, ada kalanya kita mengkonsumsi terlalu banyak makanan atau minuman manis, yang memicu tingginya gula darah. Kandungan kurkumin pada kunyit, membantu mencegah lonjakan gula darah. Selain itu, kurkumin juga berperan dalam menyeimbangkan kadar asam di lambung.
- Cengkeh
Rempah kecil berwarna coklat tua ini sungguh ajaib. Selain bermanfaat untuk bumbu dan bahan kue, ternyata cengkeh memiliki nutrisi yang beragam seperti protein, karbohidrat, serat, kalsium, zat besi, magnesium, fosfor, folat, vitamin E, vitamin K. Dengan segudang nutrisi yang dimilikinya, cengkeh dapat memberi manfaat yang beragam pula. Seperti menghambat pertumbuhan bakteri, menjaga organ hati dan menjaga kesehatan tulang.
Saat berpuasa, seringkali kita mengalami gangguan pencernaan dan perut kembung, terutama setelah berbuka. Cengkeh dapat merangsang sekresi enzim pencernaan, meredakan rasa mual, dan mengurangi tumpukan gas di lambung. Di samping itu, cengkeh juga berkhasiat dalam menstabilkan gula darah. Terutama jika kita cenderung mengkonsumsi banyak makanan manis saat sahur atau berbuka puasa.
- Kayu Manis
Kayu manis yang kaya akan vitamin K dan zat besi dapat mencegah dan membantu mengatasi anemia. Rempah ini juga mengandung senyawa aktif cinnamaldehyde yang berperan mengatur kadar gula darah. Selain itu terdapat eugenol yang memiliki keistimewaan dalam melindungi otak dari penyakit neurodegeneratif, seperti alzheimer dan parkinson.
Sama halnya seperti cengkeh, kayu manis juga memiliki manfaat dalam mengontrol gula darah. Kayu manis memperlambat pemecahan karbohidrat dalam saluran pencernaan dan meningkatkan sensitivitas insulin. Jika dikonsumsi saat sahur, kayu manis bisa memberikan efek kenyang lebih lama.
Kelima herbal tersebut dapat diolah menjadi minuman siap saji. Bahannya, dapat dikombinasikan secara bergantian sesuai kebutuhan. Berikut 2 resep yang bisa dicoba:
Teh Kunyit, Cengkeh, dan Kayu Manis
Cara membuat:
- Siapkan kunyit ukuran satu jari. Kupas lalu iris tipis. Tambahkan dengan cengkeh lima biji dan kayu manis ukuran setengah jari.
- Siapkan air 2 gelas.
- Masak sampai mendidih lalu masukkan ketiga bahan.
- Tunggu selama 10-15 menit.
- Saring dan biarkan sampai hangat.
- Tambahkan perasan jeruk nipis dan gula aren atau madu untuk rasa yang lebih nikmat.
Teh Serai Jahe
Cara membuat:
- Siapkan serai 1 batang dan jahe ½ atau 1 jari. Kupas bersih.
- Keprek kedua bahan untuk mengeluarkan senyawa aktif di dalamnya.
- Siapkan 2 gelas air, masak hingga mendidih.
- Masukkan kedua bahan. Tunggu 10-15 menit.
- Saring dan tuang di gelas.
- Setelah hangat tambahkan perasan jeruk nipis dan madu atau gula aren. Teh Serai Jahe siap menemani buka puasa dan sahur anda.
Mengkonsumsi herbal secara teratur dan pola hidup yang seimbang tentu dapat membantu menjaga kesehatan tubuh tetap prima selama atau setelah menjalankan ibadah puasa.
Ata Astuti
PiC Akademi Herbal Nusantara – Jawa Barat
Reaksi Anda:




