Skip to main content

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan fase pondasi yang kita kenal sebagai masa “Golden Age”, yaitu masa otak dan fisik seorang anak ada dalam perkembangan maksimal. Menyadari akan hal ini kami di TK Mentari Denpasar Bali, sebagai  lembaga pendidikan bekerjasama dengan semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat, untuk mendorong segala aspek perkembangan anak secara maksimal. Aspek perkembangan tersebut meliputi aspek agama dan moral, kognitif, sosial emosional,  seni, serta motorik kasar dan motorik halus anak.

Dalam memaksimalkan aspek perkembangan agama dan moral, pengembangan aspek motorik anak, kami memilih kegiatan yoga. Kami bekerjasama dengan Minakari Yoga untuk   memandu anak – anak berlatih gerakan yoga yang ringan dan menyenangkan. ‘Miss Sukma’ demikian anak – anak memanggil instruktur yoga Sukma Prativa dari Minakari Yoga tidak hanya mengajarkan gerakan Yoga, namun juga mengajari merasakan nafas dan menyadari kasih Tuhan melalui setiap tarikan dan hembusan nafas.

Miss Sukma mengajak anak-anak merasakan nafasnya dan bersyukur.

“Rasakan nafas, ucapkan dalam hati, terimakasih Tuhan, terimakasih ayah ibu, teman-teman, pohon,” begitulah penggalan kalimat yang diucapkan dengan lembut oleh Miss Sukma. Dan sangat tidak disangka banyak di antara anak-anak mungil ini yang mampu menghayati dan menikmati panduan dari Miss Sukma.

Yoga yang diajarkan bukan saja melibatkan fisik, namun juga menyadari nafas. Selain meningkatkan fleksibilitas otot dan kekuatan tubuh, yoga juga bisa menenangkan hingga meningkatkan konsentrasi anak. Latihan merasakan nafas, duduk hening sambil mendengarkan musik membuat anak lebih tenang dan mudah diarahkan untuk masuk dalam kegiatan berikutnya dalam sukacita.

Latihan merasakan nafas ini tidak berhenti pada saat kegiatan yoga saja. Saya sebagai guru kelas selalu berusaha membangun kebiasaan ini semampunya, dengan tetap menyelipkan latihan menyadari nafas pada saat sebelum memulai kelas. Anak-anak saya ajak duduk hening sambil mendengarkan musik dengan tingkat kesadaran tinggi.

Harapan saya sebagai pendidik mengenalkan “Hening” akan dilakukan oleh semua orang tidak ada batasan usia. Semakin dini diajarkan semakin maksimal hasilnya sebagai langkah kecil mempersiapkan generasi bangsa menuju ‘Indonesia Emas 2045.’

Mari berkolaborasi, berpartisipasi dalam menyiapkan Indonesia Surgawi.

 

Hartatik

Guru TK, Kader Pusaka Indonesia – Bali