Sebagai bahan pangan yang mudah tumbuh di Indonesia, singkong dikenal sebagai salah satu sumber karbohidrat yang kaya akan serat. Meski demikian, popularitas singkong belum bisa menggantikan nasi sebagai makanan pokok bagi mayoritas rakyat Indonesia. Padahal, dari sisi manfaat, singkong memiliki banyak keunggulan dibanding nasi. 

Dari aspek lingkungan, singkong bisa ditanam di area lahan tandus atau minim air. Selain tahan di lahan kering, perawatan tanaman singkong juga mudah. Singkong sangat adaptif di tengah cuaca ekstrim. Bahkan, tanaman ini tidak memerlukan perawatan yang intensif dan penambahan pupuk kimia sintetis. Akar tanaman singkong juga mampu membantu memperbaiki struktur tanah, dan sisa tanamannya bisa dijadikan kompos atau pakan ternak.

Sementara itu, dari aspek nutrisi dan kandungan gizi, singkong memiliki serat, karbohidrat kompleks, dan indeks glikemik rendah. Ini membuat singkong menjadi alternatif sumber karbohidrat yang sehat. Selain dimanfaatkan umbinya, daun singkong bisa dikonsumsi sebagai sayuran yang kaya vitamin dan mineral. Daun singkong juga cocok dikonsumsi oleh ibu hamil untuk mencegah anemia. Sebagai sayuran hijau, daun singkong dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh karena mengandung vitamin C dan folat yang tinggi.

NutrisiSingkong (Rebus)Nasi Putih
Kalori~153 kkal~180 kkal
Karbohidrat~36,4g~39g
Serat~1,3g~0,2g
Indeks GlikemikRendah – Sedang (~46-60)Tinggi (~70-73)

Tabel perbandingan kandungan gizi nasi putih dan singkong.
Sumber: Tabel Komposisi Pangan Indonesia (TKPI) Kementerian Kesehatan.

Kandungan gizi yang lengkap membuat singkong dapat menjadi alternatif pilihan sebagai sumber karbohidrat saat sahur. Singkong memiliki kandungan indeks glikemik (IG) yang lebih rendah dibandingkan nasi. Makanan dengan kandungan indeks glikemik rendah lebih lambat dicerna oleh tubuh. Hal ini membuat singkong dapat memberikan efek kenyang yang lebih lama. 

Kandungan serat pada singkong juga lebih tinggi dibanding nasi. Selain itu, singkong memiliki kandungan pati resisten yang memiliki fungsi yang mirip dengan serat. Pati resisten memberi makan pada bakteri baik di usus dan membuat rasa kenyang lebih lama. dan, karena kandungan kalori pada singkong lebih padat, maka dengan porsi yang lebih sedikit, efek kenyang yang diberikan bisa bertahan lebih lama dibandingkan nasi. 

Jika ingin memilih singkong sebagai alternatif menu sahur, gunakan metode pengolahan yang tepat. Sebaiknya hindari pengolahan dengan cara menggoreng karena akan menambah beban lemak jenuh yang bisa menyebabkan kantuk setelah sahur. 

Resep Sawut Singkong 

Indonesian traditional Snack Sawut

Sawut Singkong

Jika bosan dengan singkong rebus atau kukus, singkong sawut ini dapat menjadi resep alternatif yang dapat dicoba, untuk membangkitkan selera makan pada saat sahur. 

Bahan-bahan :

  • Singkong 350 gram
  • Garam 5 gram (kurang lebih 1 sdt)
  • Gula pasir 10 gram
  • Gula jawa 25 gram (1/2) keping 
  • Daun pisang 1 lembar 
  • Kelapa muda parut 100 gram (untuk taburan atau cocolan) 

Cara membuat : 

  1. Singkong dikupas, cuci bersih, lalu diparut kasar.
  2. Campur garam dan gula pasir ke parutan singkong, aduk rata.
  3. Kukus singkong di panci kukus yang sudah dialasi daun singkong sekitar 10 menit atau hingga setengah matang. Lalu beri gula jawa yang sudah dipotong atau disisir.
  4. Tutup kukusan panci, lanjut kukus sekitar 5-10 menit hingga gula jawa lumer, setelah matang bisa diaduk agar gula merah tercampur rata.
  5. Sawut singkong siap disajikan.

Budidaya Singkong sebagai Upaya Membangun Ketahanan Pangan 

Tim Kedaulatan Pangan Pusaka Indonesia, menggalakkan budidaya singkong sebagai sumber pangan alternatif sekaligus sebagai upaya membangun kemandirian pangan. Budidaya dilakukan secara organik  dengan metode Sigma Farming di Cibulan, Jawa Barat, pada lahan seluas 2-3 hektare. Langkah ini sekaligus merupakan upaya meriset pemulihan lahan rusak. Lahan yang digunakan untuk budidaya merupakan bekas area tambang pasir.  Amunisi yang digunakan untuk memulihkan tanah adalah Bakteri Pemulih Tanah (BPT) dan Kompos Sigma

Untuk  perawatan rutin tanaman menggunakan campuran asam amino, liquid manure, dan eco enzyme. Ini membantu proses pembungaan dan pembuahan sehingga  umbi singkong lebih besar. Setelah 2 tahun menerapkan pertanian organik metode Sigma Farming, lahan yang awalnya rusak bisa kembali produktif dan mempunyai unsur hara yang baik. Untuk setiap 4-6 kilogram umbi yang ditanam, didapatkan hasil produksi 8-14 kilogram singkong.  Selain singkong, terdapat beberapa jenis tanaman lain, seperti sorgum, jagung, dan alpukat. 

Baca juga: Kolaborasi untuk Pemulihan Lahan Kritis di Cibulan Kuningan – Pusaka Indonesia Gemahripah

Bagaimana? Anda tertarik memasak singkong atau menanamnya secara organik? Menanam singkong tak harus di lahan luas, kita juga bisa mencobanya di pekarangan sendiri. Jika ingin belajar lebih dalam tentang Sigma Farming, Anda juga bisa menghubungi kami di media sosial Pusaka Indonesia. Selamat mewujudkan kedaulatan pangan.

 

Stella Manoppo
Kader Pusaka Indonesia Wilayah Jawa Barat

Sumber referensi:

  1. https://puskesmasmeninting-dikes.lombokbaratkab.go.id/artikel/manfaat-daun-singkong-untuk-kesehatan/ 
  2. https://www.halodoc.com/artikel/jarang-diketahui-ini-13-manfaat-daun-singkong-bagi-tubuh 
  3. https://rri.co.id/lain-lain/1725485/menanam-singkong-jadi-solusi-ketahanan-pangan 
  4. Tabel Komposisi Pangan Indonesia (TKPI) Kementerian Kesehatan

Sumber foto: freepik

Reaksi Anda:

Loading spinner