Skip to main content

Catatan Ayu Mustika, Kader PIG yang tergabung di tim produksi konten Pussaka.com dan juga Persaudaraan Matahari.

Kemarin dua hari sempat berdinamika sampai sering-sering cek ke Mas Guru SHD dan pembimbing.

Ternyata akar masalahnya adalah “spaneng”. Disebabkan mikir kerjaan kok banyak.

Begitu sudah bisa relaks, mencoba hening. Menemukan sebuah jawaban yang cukup bikin tersipu malu tersenyum dengan Gusti.

“Kerjaan banyak ya dikerjakan, bukan dipikirin, kalau dipikirin emang bakal selesai?”

“Hening, kalem, terhubung dan tanya ya, biar tau prioritas mana yang dikerjakan..”

Lalu Mbak Ika bilang,ย  “Ayo bangkit….sambil santai…” Oiyaa yaa…relaks santuy” kataku dalam hati.

Dari pagi-siang aku terus terhubung dengan Mbak Ay, Mbak Irma, dan Mas Guru dengan santuy. Ditemenin April, nyanyi-nyanyi pokoke aku dan April yang tau, ha ha ha.

Sampai aku diijinkan ke Kebun Kalasan oleh Mbak Irma, fyuh akhirnya.

Seharian kemarin di kebun, gak pakai sandal, menanam pakai tangan sendiri gak pakai alat.
Santai menyatu dengan alam, penuh sukacita kami menanam jahe merah.

Matur nuwun mas Guru, Ibu Bumi, Mbak Irma (terhubung terus ๐Ÿค—) , Mbak Ika, Mbak Ay (mama drone).

Aku menyadari belum bisa lepas dari Mas Guru dan pembimbing karena memang dalam keadaan spaneng, ada yang mengingatkan, ada umpan balik pula dari para pembimbing membantu untuk bertumbuh dan menyelesaikan ke-spanengan ini agar tidak merembet lebih dalam. Bersyukur dengan kerendahan hati, selalu bisa menerima umpan balik, sadar bahwa mereka sungguh mengasihiku. Terima kasih Semesta ๐Ÿค—โ˜€๐Ÿง˜๐Ÿป๐ŸŒฑ๐Ÿ‡ฎ๐Ÿ‡ฉ

Berikut catatan Antoni Cahjono Dwidjanarko – Ketua Perkumpulan Pusaka Indonesia Gemahripah (PIG) yang dikirimkan kepada Sekjen PIG, Irma Ariefianti Rachmi berjudul “Keheningan adalah Jalan Keselamatan”.

Antoni bersama Sekjen PIG Irma Ariefianti Rachmi

Seminggu lalu saya kontak erat, merawat langsung adik yang sedang isolasi mandiri. Tanpa baju hasmat, hanya pakai masker saja, itupun terkadang melorot.

Disaat kehabisan dan kesulitan mendapatkan oksigen, saya mencoba membolak balikkan badannya membantu melakukan proning untuk menjaga saturasi yg baik. Sempat anjok ke angka 68, namun disaat kita meditasi bersama, saya ajak adik untuk mendengarkan audio meditasi penataan tubuh dari Mas Guru Setyo Hajar Dewantoro (SHD) sambil telapak kanan saya ditempelkan ke punggung adik.

Saya ulang audionya sampai tiga kali, tanpa memikirkan hasil apapun dan berpasrah dalam meditasi tersebut. Tuhan mengijinkan saturasi naik ke 84-86 dan sempat ke 91.

Skip beberapa moment.

Beberapa hari yang lalu saya melakukan tes antigen dan PCR sekaligus, hasilnya negatif, meskipun PCR sempat positif setelah di cek ulang dan dipastikan hasilnya negatif semua.

Hidup dengan berkesadaran penuh, senantiasa menyadari aliran nafas dan pasrah total terhubung dengan Guru Sejati, telah menyelamatkan. Gusti telah melindungi dalam setiap laku dan langkah sehari hari meskipun dilihat dari kacamata kedokteran kontak erat dengan pasien k*pit tanpa pelindung diri yang benar sangat berisiko tertular.

Terimakasih Mami Irma yang selalu mengingatkan untuk hening dalam setiap laku dan langkah. Terimakasih Mas Guru Setyo atas bimbingannya selama ini.
๐Ÿ™๐Ÿ™โค๏ธ๐Ÿ™๐Ÿ™