Upaya pelestarian jamu tradisional sebagai warisan budaya, Akademi Herbal Nusantara (AHN) Pusaka Indonesia kembali menyelenggarakan kegiatan belajar meramu jamu. Kegiatan bertajuk “Demo Meramu Jamu dengan Rumput Liar Pegagan untuk Mendukung Daya Ingat” ini, diselenggarakan untuk kelompok ibu rumah tangga di Perumnas Cengkareng, Cengkareng Timur, Jakarta Barat pada tanggal 18 April 2026. Sebanyak 12 orang warga perumahan hadir dengan antusias dan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan sukacita.
Dalam sesi pembukaan, Wakil Ketua Umum Pusaka Indonesia, Eko Nugroho menyampaikan bahwa kegiatan ini, di bawah wadah Pusaka Indonesia, merupakan bentuk cinta terhadap tanah air. Eko juga memperkenalkan Pusaka Indonesia beserta seluruh program dan kegiatan yang rutin dilaksanakan.
Kegiatan dibagi menjadi beberapa sesi. Pada sesi inti, peserta diajak mengenal tanaman pegagan, tanaman herbal yang menjadi ‘bintang utama’ pada hari tersebut. Pegagan dipilih karena fungsinya yang luar biasa dalam meningkatkan daya ingat. Tanaman ini dikenal kaya akan antioksidan, antibakteri, membantu relaksasi, mencegah depresi, menyehatkan otak dan kulit, serta menurunkan tekanan darah.
Selain pegagan, bahan-bahan herbal lain yang diperkenalkan adalah bumbu masakan yang biasanya selalu tersedia di dapur. Di antaranya adalah kunyit, temulawak, jahe, ginseng jawa. Sebagaimana diketahui, kunyit dan jahe juga bersifat antioksidan dan membantu menyehatkan saraf otak. Selain itu ada sereh yang membantu relaksasi dan meredakan ketegangan. Kesemua bahan herbal in, jika dipadukan dalam sebuah resep, saling mendukung kesehatan otak dan mempertahankan daya ingat.
Baca juga: Sambiloto, Herbal Pahit yang Membantu Detoks Alami Tubuh
Antusiasme Warga & Dukungan Tokoh Masyarakat.
Respons peserta sangat positif. Banyak yang berharap kegiatan belajar meramu jamu ini dilakukan secara rutin. Ketua RT 009, Muhammad Ali, menawarkan bantuan untuk menyediakan tempat kegiatan yang lebih luas pada kegiatan berikutnya. “Sebaiknya acara seperti ini bisa diselenggarakan lagi, nanti kita rencanakan di tempat yang lebih luas agar warga yang hadir bisa lebih banyak dan edukasi herbal lebih meluas,” kata Muhammad Ali.
Sementara itu, salah seorang peserta, Ernawati mengungkapkan bahwa jamu yang dibuat pada saat kegiatan lebih enak ketimbang jamu pada umumnya.
“Rasanya enak. Selama ini jamu yang saya kenal biasanya pahit dan kental. Ternyata, jika jamu dibuat dari bahan-bahan herbal dengan komposisi yang pas, rasanya jauh lebih segar dan tentunya menyehatkan,” tutur Ernawati.
Kegiatan ini bukan sekadar untuk membuat minuman tradisional, tapi juga bisa menjadi wadah silaturahmi, edukasi, dan upaya menjaga kesehatan berbasis kearifan lokal. Dengan antusiasme warga dan dukungan tokoh masyarakat, langkah kecil ini diharapkan bisa tumbuh menjadi gerakan rutin yang membawa manfaat lebih luas.
Resep Jamu Pegagan untuk Daya Ingat
Ada pun resep jamu pegagan untuk mendukung daya ingat yang diperkenalkan adalah sebagai berikut:
Bahan yang dibutuhkan:
- Kunyit 1 jari
- Jahe 1 jempol
- Sereh 1 batang
- Daun pegagan 3–5 lembar
- Air putih 300 ml
- Gula aren secukupnya.
Cara Pembuatan:
Jamu bisa dibuat dengan merebus air di atas kompor terlebih dahulu sampai mendidih. Setelah air mendidih, masukkan bahan-bahan herbal dan masak selama 20 menit dengan api kecil. Setelah itu saring dan jamu siap dikonsumsi setelah dingin/hangat kukuh.
Selain cara tersebut, jamu dapat juga dibikin dengan cara yang lebih mudah dan praktis, yakni dengan cara diseduh. Bahan-bahan herbal diseduh dengan air mendidih dalam cangkir kaca selama 25 menit sebelum dikonsumsi.
Peserta demo terlihat antusias karena sebagian dari mereka mengatakan akan segera praktik membuat jamu dengan cara yang praktis ini. Setelah selesai diseduh, bahan herbal bisa disaring, kemudian diminum hangat-hangat.
Baca juga: Cara Kekinian Merawat Gigi Secara Alami dan Holistik
Jadwal Konsumsi Jamu
Untuk manfaat yang optimal, konsumsi jamu ini bisa diminum 1–2 kali sehari selama 5 hari berturut-turut. Setelah itu, berikan jeda 2 hari tanpa konsumsi sama sekali sambil melakukan evaluasi terhadap respons tubuh. Setelah 2 hari jeda, konsumsi jamu dapat dilanjutkan kembali selama 5 hari berturut-turut, lalu evaluasi kembali bagaimana respons tubuh. Ilmu ini diperoleh dari Dokter Prapti Utami, dokter herbal medik yang merupakan kolaborator Pusaka Indonesia dan menjadi pengajar di kelas-kelas bertema herbal.
Kader Pusaka juga menjelaskan kepada peserta warga mengenai aturan jangka panjang dalam mengkonsumsi daun pegagan. Jika sudah mengonsumsi jamu yang ada bahan pegagannya selama 2 bulan, perlu untuk memberikan jeda 2 minggu untuk berhenti mengonsumsinya. Setelah itu, bisa melanjutkan minum jamu dengan kandungan pegagan kembali.
Selain itu, ada catatan penting yang perlu diperhatikan. Bagi yang memiliki tekanan darah rendah, penggunaan pegagan sebaiknya dengan dosis minimal. Misalnya cukup memakai 1–2 lembar daun pegagan untuk 1 cangkir jamu 250–300 ml agar tetap aman dikonsumsi.
Listiana Ulya
Kader Pusaka Indonesia Jawa Barat
Reaksi Anda:




