Kecemasan dan kesehatan mental sering dianggap sebagai dua hal yang terpisah, padahal keduanya saling berkaitan erat. Saat kecemasan muncul secara berlebihan, kesehatan mental pun ikut terganggu. Gejala awal kecemasan biasanya ditandai dengan rasa gelisah, khawatir berlebihan, serta kesulitan berkonsentrasi. Jika tidak ditangani dengan baik, kondisi ini dapat berdampak pada kesehatan fisik.

Dalam beberapa tahun terakhir, kecemasan dan gangguan kesehatan mental semakin banyak dialami oleh generasi muda, khususnya generasi milenial dan Gen Z. Tuntutan hidup, tekanan pekerjaan, serta standar sosial yang terus meningkat menjadi pemicu utama. Di sisi lain, paparan isu lingkungan, sosial, dan politik melalui media sosial juga berkontribusi terhadap meningkatnya rasa cemas, terutama jika informasi dikonsumsi tanpa penyaringan yang sehat.

Baca juga: Sehat dengan Kulit Manggis

Gaya Hidup dan Pola Asupan untuk Menjaga Kesehatan Mental

Pada dasarnya, ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengantisipasi dan meredakan stres serta kecemasan. Beberapa di antaranya adalah dengan berlatih meditasi atau mindfulness, meningkatkan kesadaran diri (self-awareness), serta rutin melakukan aktivitas fisik.

Selain itu, menjaga pola hidup dan asupan yang sehat juga berperan penting dalam menopang kesehatan mental. Salah satu cara yang cukup mudah dilakukan adalah dengan mengonsumsi minuman herbal alami yang dikenal memiliki efek menenangkan, antidepresan ringan, dan membantu menurunkan tingkat kecemasan.

Berikut beberapa tanaman herbal untuk meredakan stres dan kecemasan yang telah lama dikenal dalam tradisi herbal Nusantara.

  1. Jahe

Jahe dikenal memiliki senyawa aktif yang dapat membantu meningkatkan kadar serotonin dan dopamin, dua hormon yang berperan penting dalam mengatur suasana hati. Kandungan ini memberikan efek relaksasi pada tubuh, sehingga jahe kerap digunakan dalam minuman penghangat maupun aromaterapi.

Senyawa utama dalam jahe seperti gingerol, shogaol, dan zingerone juga berfungsi menenangkan sistem saraf dan mengurangi stres oksidatif. Efek antiinflamasi dari jahe turut membantu tubuh menjadi lebih nyaman dan rileks melalui peningkatan sirkulasi darah.

Sebagai minuman relaksasi, jahe dapat diolah bersama kencur, serai, dan kayu manis. Bahan-bahan ini diseduh dalam air mendidih dan diminum selagi hangat.

  1. Pegagan (Centella asiatica)

Pegagan sering dianggap sebagai tanaman liar, padahal memiliki banyak manfaat untuk kesehatan mental. Tanaman ini mengandung senyawa aktif dengan sifat adaptogenik, yang membantu tubuh beradaptasi terhadap stres dan menurunkan kecemasan.

Pegagan juga dikenal dapat mendukung fungsi kognitif dan sistem saraf, terutama dalam meningkatkan aliran darah ke otak serta memperbaiki suasana hati. Untuk konsumsi, daun pegagan dapat diseduh seperti teh. Cukup seduh beberapa helai daun pegagan yang telah dicuci bersih dengan air mendidih, lalu diminum.

  1.  Dlingo (Acorus calamus)

Dlingo merupakan tanaman rimpang yang hidup di tanah basah dan memiliki aroma khas yang kuat. Kandungan asam askorbat, flavonoid, dan tanin di dalamnya membuat tanaman ini dikenal memiliki efek relaksasi.

Dlingo sering digunakan sebagai bahan aromaterapi untuk menenangkan pikiran dan meredakan stres. Selain itu, rimpangnya juga dapat diolah menjadi minuman relaksasi. Satu ruas rimpang dlingo yang telah dikupas dapat diiris atau diparut, kemudian direbus dalam air mendidih selama 10–15 menit. Untuk menambah rasa, minuman ini dapat dicampur madu atau perasan lemon sebelum dikonsumsi.

  1. Teh Hitam (Camellia sinensis)

Teh hitam mengandung antioksidan dan polifenol yang baik bagi tubuh. Kandungan L-theanine di dalamnya berperan dalam menurunkan stres, menenangkan sistem saraf, serta meningkatkan fokus dan suasana hati.

L-theanine juga membantu meningkatkan kadar serotonin dan dopamin, sehingga efektif untuk mendukung kesehatan mental. Sebagai minuman relaksasi, satu sendok teh hitam dapat diseduh bersama satu sendok makan madu dan dua kuntum bunga chamomile kering, lalu diminum pada pagi atau sore hari.

Herbal sebagai Pendamping Gaya Hidup Sehat

Minuman herbal dapat menjadi pendamping alami dalam menjaga kesehatan mental, terutama jika dikombinasikan dengan pola hidup seimbang dan kesadaran diri yang baik. Bagi pembaca yang tertarik mendalami resep herbal secara lebih lengkap, berbagai ramuan tradisional dapat ditemukan dalam buku Jamu, Resep Kuna untuk Kesehatan Manusia Modern terbitan Pusaka Indonesia.

Resep-resep dalam buku tersebut telah melalui proses peninjauan oleh dr. Prapti Utami, M.Si., dokter medik herbal bersertifikasi, serta sebagian besar telah diujicobakan oleh Akademi Herbal Nusantara (AHN), salah satu sub-bidang di bawah naungan Pusaka Indonesia.

Menjaga kesehatan mental tidak selalu harus rumit. Dengan pendekatan yang alami, konsisten, dan sadar, tubuh dan pikiran dapat kembali menemukan keseimbangannya.

 

Aniswati Syahrir
Kader Pusaka Indonesia DKI-Banten

Reaksi Anda:

Loading spinner