Pancasila bukan sekadar dasar negara, tetapi pedoman hidup yang perlu diwujudkan melalui sikap, perilaku, dan tindakan sehari-hari. Dalam konteks ini, generasi muda dan perguruan tinggi memiliki peran penting dalam membentuk karakter, integritas, dan kepedulian terhadap bangsa.

Berangkat dari semangat tersebut, Pusaka Indonesia bersama Fakultas Teknik Universitas Indonesia menyelenggarakan talkshow “Gema Pancasila Goes to Campus: Dari Nilai ke Aksi Nyata” pada 20 Mei 2026 di Auditorium FTUI. Kegiatan ini menjadi ruang dialog interaktif untuk memperkuat relevansi Pancasila di lingkungan kampus sekaligus mendorong lahirnya kontribusi generasi muda bagi masyarakat. Acara diikuti lebih dari 200 mahasiswa FTUI secara luring dan hampir 200 peserta lainnya secara daring melalui zoom.

Kegiatan dibuka oleh Wakil Dekan Bidang Pendidikan, Penelitian, dan Kemahasiswaan FTUI, Prof. Dr. Ir. Akhmad Herman Yuwono, M.Phil.Eng., yang mewakili Dekan FTUI Prof. Kemas Ridwan Kurniawan. Dalam sambutannya, Prof. Akhmad menyampaikan apresiasi atas kolaborasi antara Pusaka Indonesia dan FTUI dalam menghadirkan pendekatan Pancasila yang lebih kontekstual bagi generasi muda.

Baca juga: Menyelaraskan Persatuan dan Nasionalisme Menuju Indonesia Emas 2045

Dipandu oleh Zhilal El Furqaan, M.Pd., M.Psi., talkshow menghadirkan tiga narasumber lintas generasi, yaitu Ketua Umum Pusaka Indonesia Setyo Hajar Dewantoro, akademisi sekaligus Putri Bung Hatta Dr. Dra. Gemala Rabi’ah Hatta, MRA., MKes, serta mahasiswa berprestasi UI Fayanna Ailisha Davianny.

Dalam pemaparannya, Gemala mengajak peserta menelusuri sejarah lahirnya Pancasila dan menegaskan pentingnya memahami sejarah sebagai fondasi menjaga Indonesia sebagai bangsa yang majemuk. Ia juga menyoroti pentingnya etika, kejujuran, dan literasi mendalam di tengah perkembangan teknologi dan arus informasi yang semakin cepat. “Menjadi orang pandai tetap harus punya tata krama yang baik. Yang menentukan bukan gelarnya, tapi apakah kamu bisa membuat perubahan nyata,” tegasnya.

Ketua Umum Pusaka Indonesia, Setyo Hajar Dewantoro

Sementara itu, Setyo Hajar Dewantoro menekankan bahwa Pancasila harus menjadi dasar pembentukan karakter sekaligus landasan bertindak. Menurutnya, nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial perlu diwujudkan melalui kontribusi bagi masyarakat dan lingkungan.

“Kami punya keprihatinan pada nasib bangsa saat ini. Atas dasar itu, kita harus berbuat sesuatu, tidak ikut dalam arus yang merusak, tetapi mau berkontribusi melakukan perbaikan. Di Pusaka Indonesia kami berupaya menghayati nilai Pancasila sebagai dasar membangun karakter dan landasan bertindak. Kami punya slogan: Hening, Beraksi, dan Mencipta Mahakarya,” ujarnya.

Ia juga mencontohkan berbagai inisiatif Pusaka Indonesia, mulai dari penanaman hutan bambu dan penghijauan di sekitar mata air, pertanian ramah lingkungan, hingga pengembangan jamu sebagai bagian dari upaya menghidupkan kembali nilai luhur bangsa.

Fayanna turut menyoroti pentingnya membangun karakter di tengah derasnya arus informasi media sosial. Menurutnya, generasi muda perlu lebih kritis sekaligus memahami tujuan hidup agar mampu memberi kontribusi yang bermakna. “If you want to change the world, you have to start with yourself,” ungkap Fayanna.

Baca juga: Membangun Semangat Patriotisme di Era Globalisasi

Sesi diskusi berlangsung interaktif dengan mengangkat berbagai isu aktual, mulai dari relevansi Pancasila di era digital hingga fenomena brain drain di kalangan intelektual. Para narasumber sepakat bahwa kontribusi bagi bangsa dapat dilakukan dari berbagai ruang, selama ilmu dan pengalaman yang diperoleh tetap diarahkan untuk kemajuan Indonesia.

Menutup kegiatan, moderator Zhilal El Furqaan menegaskan bahwa membumikan Pancasila dimulai dari karakter dan tindakan sehari-hari. “Pancasila bukan sesuatu yang mengawang-awang. Kuncinya adalah memulai dari diri sendiri dan menjadikannya cerminan karakter dalam setiap langkah kehidupan,” pungkasnya.

Talkshow “Gema Pancasila Goes to Campus” menjadi bukti bahwa sinergi antara perguruan  tinggi, organisasi kemasyarakatan, dan generasi muda dapat menjadi kekuatan besar dalam menghidupkan nilai-nilai Pancasila sebagai kompas dalam bertindak, berkarya, dan membangun Indonesia.

 

Ficky Yusrini
Kader Pusaka Indonesia Jawa Barat

Reaksi Anda:

Loading spinner