Di tengah dominasi lagu-lagu populer yang membanjiri ruang dengar generasi muda, puluhan anak muda dari berbagai daerah justru memilih menyanyikan lagu-lagu kebangsaan dengan penuh kebanggaan. Semangat itulah yang terasa kuat dalam  Grand Final Festival Gita Indonesia atau Gita Fest RRI 2026, ajang yang mempertemukan talenta-talenta muda Indonesia untuk menghidupkan kembali nilai nasionalisme melalui musik. 

Kamis, 11 Juni 2026 lalu menjadi momen istimewa bagi M Abdul Laizati (Izat) dan Jocelyn Elena (Joy). Keduanya berhasil pulang dari panggung Gita Fest RRI 2026 dengan membawa pulang trofi kemenangan, setelah mengungguli sebanyak 199 orang peserta lainnya di babak penyisihan. Izat merupakan perwakilan dari RRI Makassar, sementara Joy adalah perwakilan dari RRI Semarang. Pada babak final, Izat membawakan lagu Rayuan Pulau Kelapa, sementara Joy membawakan lagu Anak Negeri. 

Selain Izat dan Joy sebagai juara pertama, delapan finalis lainnya juga menampilkan performa terbaik di hadapan sekitar 300 penonton yang memadati Gedung RRI Jakarta. Ohar Fandem Ariwey dari Nabire dan Kaila Rara dari Surabaya meraih posisi juara kedua. Sementara Fransiskus Brayen dan Jihaan Kaltsum menempati posisi juara ketiga. Adapun M. Afgansyah, Astrella, Danish Cielo, dan Areta berhasil meraih gelar Juara Harapan. 

Penampilan para finalis yang sarat penghayatan membuat suasana sore itu terasa begitu mengharukan sekaligus membangkitkan semangat kebangsaan. Lagu-lagu nasional yang biasanya terdengar formal dalam upacara, hadir dengan wajah yang lebih segar dan menyentuh. Beragam aransemen serta interpretasi yang kuat berhasil menghidupkan kembali makna lagu-lagu tersebut di hati para penonton. 

Meski demikian, baik Joy maupun Izat mengakui bahwa menyanyikan lagu bertema nasionalisme memiliki tantangan tersendiri. 

“Sekarang kita lebih sering diperdengarkan dengan lagu pop. Jadi untuk bisa menyanyikan lagu kebangsaan, ada yang memang harus benar-benar dipelajari dengan serius,” tutur Joy. Izat pun menimpali, bahwa menyanyikan lagu kebangsaan di atas panggung baginya cukup menantang. “Menyanyikan lagu-lagu kebangsaan ini benar-benar harus bisa menghayati,” tuturnya. 

Setelah event Gita Fest ini, keduanya tidak ingin berhenti berkarya. Joy punya harapan ke depan ia bisa semakin menginspirasi kalangan generasi muda. Untuk terus bersemangat, terus melestarikan budaya lokal, dan tetap mencintai Indonesia. Sementara Izat punya cita-cita untuk bisa merilis lagu-lagu baru bertema nasionalisme. “Semoga dengan adanya festival ini, bisa mengantarkan saya untuk semakin melestarikan lagu-lagu nasionalisme,” ucapnya. 

Sementara itu, Ketua Dewan Juri, Dr Muhammad Amin yang juga merupakan Direktur Musik Kementerian Ekraf mengungkapkan, memilih pemenang kali ini tidaklah mudah. 

Menurutnya, menyanyikan lagu bermuatan nasionalisme jauh lebih sulit ketimbang lagu pop. Namun yang terjadi, para peserta ternyata bisa membuat aransemen yang beragam, mulai dari gospel, reggae, electronic dance, hingga rock. “Bahkan ada yang berani nge-rap, nembang, dan pakai spoken voice,” ucapnya. Muhammad Amin pun berpesan kepada para finalis agar terus berlatih mengasah talenta. 

“Menjadi juara hanyalah sebuah terminal, bukan akhir perjalanan. Temukan keautentikan dan identitas diri, karena di industri musik yang paling penting adalah keautentikan,” jelasnya.

Menurutnya, para peserta perlu terus berlatih, memperluas referensi, serta menjaga kerendahan hati. Ia mengingatkan agar para talenta muda menghindari star syndrome dan sikap sombong yang dapat menghambat proses berkembangnya seorang seniman.

Melalui Gita Fest RRI 2026, musik kembali membuktikan dirinya sebagai medium yang efektif untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air. Di tangan generasi muda yang kreatif dan penuh semangat, lagu-lagu nasional tidak hanya menjadi warisan masa lalu, tetapi juga sumber inspirasi untuk membangun masa depan Indonesia yang lebih baik.

Terinspirasi oleh semangat para peserta dan pemenang Gita Fest RRI 2026? Ikuti berbagai kegiatan dan program inspiratif lainnya melalui akun Instagram Pusaka Indonesia di @pusakaindonesiagemahripah. Mari bersama-sama menumbuhkan semangat kebangsaan, melestarikan budaya Nusantara, dan berkontribusi mewujudkan Indonesia yang jaya.

Baca juga: Dari FYP ke Pancasila: Merawat Nilai Kebangsaan lewat Konten Digital 

 

Aniswati Syahrir & Theo Roberto

Kader Pusaka Indonesia DKI-Banten & Yogyakarta

Reaksi Anda:

Loading spinner