Di balik aroma bumbu dapur yang menggugah selera, tersimpan sejuta manfaat dengan resep ramuan yang telah diwariskan secara turun-temurun. Daun-daunan, akar, biji, hingga kulit kayu yang sering digunakan sebagai penyedap rasa, sejatinya menyimpan manfaat luar biasa bagi kesehatan tubuh.
Dalam Obrolan Green Radio RRI Pro 1 Jakarta pada 20 Juli, Wakill Koordinator Bidang (Wakorbid) Akademi Herbal Nusantara (AHN) Pusaka Indonesia, Listiana Ulya, berbagi kisah dan pengetahuannya tentang rempah sebagai warisan budaya serta sumber pengobatan alami yang patut kita lestarikan.
Listiana bergabung dalam Akademi Herbal Nusantara karena kerinduan akan kearifan lokal yang mulai terpinggirkan. Ia ingin menghidupkan kembali pengetahuan leluhur mengenai tanaman herbal, sekaligus berkontribusi nyata dalam menjaga kesehatan keluarga dan masyarakat secara alami. “Indonesia memiliki kekayaan rempah dan herbal yang luar biasa. Sayang sekali jika kita melupakan dan tidak mengenalnya. Dengan belajar herbal, kita bisa menjaga kesehatan tubuh kita dengan cara yang lebih alami,” paparnya.
Khasiat Tersembunyi di Dapur Kita
Membahas jenis-jenis herbal dengan sejumlah manfaatnya memang tidak akan pernah ada habisnya. Kali ini, secara spesifik, Listiana membahas 3 jenis herbal yang sangat familiar dan sangat sering digunakan di dapur, yakni kelor, lemon, dan serai yang ternyata memiliki segudang manfaat:
- Daun Kelor. Selain diolah sebagai bahan makanan, daun kelor juga bermanfaat sebagai sebagai anti radang, menurunkan kadar gula darah dan kolesterol, melawan radikal bebas, meningkatkan fungsi otak, serta menjaga kesehatan kulit dan rambut.
- Lemon. Buah yang sering dijadikan campuran minuman ini bermanfaat sebagai sumber vitamin C, membantu detoksifikasi, memperlancar pencernaan, mencegah batu ginjal, serta menyehatkan jantung dan kulit.
- Serai. Meski lebih dikenal sebagai bumbu masakan, ternyata serai memiliki sifat anti mikroba, anti oksidan, anti radang, menurunkan kolesterol, meningkatkan sistem imun, melancarkan pencernaan, serta bisa memberikan efek relaksasi.
Baca juga: Lima Herbal Ampuh untuk Tingkatkan Daya Tahan Tubuh
Resep Jamu
Menurut Listiana, membuat jamu tidak harus selalu rumit. Ketiga bahan tersebut, ternyata bisa diolah menjadi jamu dengan resep yang sederhana, namun dengan rasa yang tetap enak. Ia memberikan beberapa resep membuat jamu sederhana yang kaya manfaat:
- Lemon, Serai, Madu
Manfaat: menambah vitamin C, mengatasi sariawan, panas dalam, dan bibir pecah-pecah.
Cara membuat: lemon dan serai diseduh dengan air hangat dan diberi tambahan madu sebagai pemanis.
- Teh Hitam, Serai, Kayu manis
Manfaat: menjaga kesegaran tubuh
Cara membuat: Teh hitam diseduh bersama potongan serai dan kayu manis, lalu tambahkan gula aren.
- Ramuan Diet Alami
Manfaat: menurunkan kolesterol, melancarkan pencernaan
Cara membuat: campurkan kelor, lemon, jahe dan serai diseduh bersama, disaring dan tambahkan pemanis alami.
Sementara untuk takaran yang digunakan, menurut Listiana, tergantung pada jenis tanamannya. Secara umum, untuk satu kali pengolahan dengan sekali konsumsi, biasanya dibutuhkan 1 ruas jari rimpang jahe, dengan 250-350 ml air panas untuk menyeduh. Jika diseduh membutuhkan waktu 15 menit, sedangkan jika bahannya direbus menggunakan panci, waktu yang dibutuhkan adalah 11-20 menit.
Baca juga: Mengenali Tanaman Herbal Paling Powerful dari Sekitar Kita
Ia menambahkan, minuman herbal bisa dikonsumsi oleh semua usia, termasuk anak-anak dan ibu hamil. Ketika mengkonsumsi herbal, sebaiknya dilakukan evaluasi secara berkala. Konsumsi disarankan untuk dihentikan jika muncul reaksi negatif pada tubuh.
Sementara untuk bahan baku sendiri, ia menyarankan untuk menggunakan bahan organik. Namun jika bahan yang digunakan bukan produk organik, ia menyarankan untuk merendam bahan tersebut terlebih dahulu dengan Eco Enzyme untuk menghilangkan residu pestisida.
Listiana mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mendalami dunia herbal. Bagi yang tertarik meramu jamu sendiri, bisa menemukan resep yang tepat dalam buku ‘Jamu: Resep Kuna untuk Kesehatan Dunia Modern’ yang diterbitkan Pusaka Indonesia.
“Dengan belajar herbal, kita bisa mengenali tubuh sendiri dan menjaga kesehatan secara mandiri. Mari lestarikan kekayaan rempah Indonesia untuk masa depan yang lebih sehat,” pungkasnya.
Widya Rahmadani
Tim Jurnalisme Pusaka Indonesia