Suasana lobi Gedung Radio Republik Indonesia (RRI) Jakarta hari Kamis 11 Juni 2026 lalu, berubah menjadi ruang kelas jamu yang interaktif dan inspiratif. Sebanyak 121 peserta, termasuk sekelompok pelajar SMA, dengan antusias mengikuti acara Demo Jamu yang diselenggarakan oleh Akademi Herbal Nusantara (AHN) Pusaka Indonesia. Demo Jamu ini merupakan salah satu rangkaian acara Gita Fest RRI 2026 yang diselenggarakan oleh RRI bekerjasama dengan Pusaka Indonesia. 

Acara dibuka dengan sebuah pengingat penting: jamu bukan sekadar minuman tradisional. UNESCO telah menetapkan jamu sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia sejak 2023 lalu. “Ini warisan leluhur kita. Sayang sekali apabila kita tidak melestarikannya,” ujar pemandu acara di awal sesi.

Mengubah Kebiasaan: Sakit Sedikit Langsung Minum Obat

Salah satu permasalahan masyarakat urban yang disorot Tim AHN adalah kebiasaan minum obat kimia untuk meredakan flu, batuk, atau radang. Padahal bahan-bahan di dapur seperti jahe, kencur, dan sereh juga sudah bisa jadi pertolongan pertama.

Maka, dalam acara ini Tim AHN juga menampilkan resep dan demo membuat jamu flu batuk. Lewat demo ini, peserta diajak  kembali kepada upaya yang merupakan self-care  dasar, yakni selalu sedia rimpang berkhasiat di dapur rumah. Selain hemat dan mudah didapat, upaya ini juga membiasakan kita untuk lebih mengenali tubuh sendiri. 

Setelah memperkenalkan peralatan dasar dalam pembuatan jamu, Tim AHN mengajak peserta untuk berkenalan dengan jahe, kencur, sereh, bunga telang, dan lemon. Selain itu, Ine Redjamat, Korbid AHN yang juga menjadi presenter, mengingatkan peserta agar senantiasa memenuhi kebutuhan tubuh akan air putih. “Dengan minum air putih, kandungan manfaat dari jamu dan kandungan gizi dari asupan makanan yang kita konsumsi akan terserap lebih baik oleh tubuh kita,” papar Ine.

Lalu, di samping rutin konsumsi jamu, Ine menjelaskan bahwa menjaga kesehatan secara holistik juga penting. Kuncinya adalah waktu istirahat yang seimbang dengan aktivitas kerja, asupan makanan-minuman bergizi seimbang, olahraga rutin, relaksasi, aktivitas spiritual, dan juga kegiatan sosial.

Baca juga: Belajar Meracik Jamu, Mengembalikan Tradisi Herbal Leluhur Nusantara

Bantah Stigma: Jamu Itu Kuno & Pahit

Dari acara ini, terungkap bahwa stigma tentang jamu selalu pahit, masih banyak dipegang oleh kalangan masyarakat umum. Stigma inilah yang membuat orang seringkali enggan mengkonsumsi jamu. Ketika presenter bertanya kepada peserta tentang kesan pertama saat mendengar kata ‘jamu’, maka mereka serempak menjawab: ‘pahit.’

Namun, bagi Tim AHN, stigma ini harus dipatahkan. Oleh karena itu, pada momen ini, para peserta diberi kesempatan untuk mencicipi jamu yang telah dibuat sebelumnya, yang sama sekali tidak pahit. “Banyak yang kenal jamu pahit. Tapi jangan khawatir. Hari ini kami akan buktikan jamu bisa enak, nikmat, warnanya cantik, bahannya dari dapur sendiri, bonusnya badan jadi sehat kalau rutin minum,” papar Ine. 

Para peserta yang diberi kesempatan mencicipi, memberikan tanggapan positif. Tidak hanya peserta dewasa yang memberi tanggapan antusias, melainkan juga kalangan pelajar. Mereka menyatakan bahwa jamu yang diberikan tersebut enak dan tidak seperti bayangan mereka selama ini bahwa jamu itu pahit. 

Antusiasme juga datang dari salah seorang praktisi kesehatan, Herida Veronika, pemilik Klinik Griya Sehat yang turut hadir dalam acara tersebut. Sebagai pemilik sebuah klinik kesehatan, ia mengaku juga rutin mengkonsumsi jamu sebagai bagian dari budaya hidup sehat. Apalagi, ia menyadari bahwa Indonesia sangat kaya akan potensi rempah dan herbal. “Saya mendukung misi Pusaka Indonesia untuk melestarikan jamu,” ucapnya. Apalagi, menurut Herida, masih banyak tanaman rempah yang belum dikenali oleh masyarakat Indonesia.

Suasana demo jamu yang dihadiri sebanyak 121 orang peserta

Suasana demo jamu yang dihadiri sebanyak 121 orang peserta

Mengenalkan Resep Jamu Flu dan Batuk 

Berikut resep jamu flu batuk yang disajikan oleh AHN pada acara rangkaian acara Gita Fest RRI:

Jamu Flu Batuk Hangat

Bahan:

  1.  Jahe 1 ruas jari, iris/memarkan  
  2.   Sereh 1 batang, iris/memarkan 
  3.   Kencur 1 jempol, iris  
  4.   Gula aren secukupnya  
  5.   Air 300 ml

Cara membuat: 

  1. Didihkan air  
  2. Masukkan rimpang & sereh, kecilkan api  
  3. Rebus 15 menit  
  4. Masukkan gula, aduk rata lalu matikan apinya

Jamu Telang Segar 

Bahan:

  1.  Telang 5-6 bunga  
  2.  Sereh 1 batang, memarkan dan iris  
  3.  Jeruk nipis & gula batu secukupnya  
  4.  Air 300 ml

Cara membuat:  

  1.   Didihkan air
  2.   Masukkan telang, sereh, dan gula batu ke dalam gelas
  3.   Tuang air mendidih ke dalam gelas 
  4.   Tutup gelasnya dan tunggu 15 menit
  5.   Beri perasan jeruk nipis secukupnya, aduk. Minuman praktis dan sehat siap dinikmati

Di sesi akhir penutupan acara, Ine mengajak penonton untuk mulai meracik jamu masa kini yang menyehatkan dari bahan herbal yang ada di dapur. “Minuman herbal bisa diminum kapan saja, tidak usah menunggu sakit dulu,” pungkasnya. 

Baca juga: Belajar Herbal untuk Sistem Pernapasan

 

Listiana Ulya
Kader Pusaka Indonesia DKI-Banten

Reaksi Anda:

Loading spinner