Tidak hanya untuk orang dewasa produktif, ternyata ada jamu dan herbal khusus yang bisa diperuntukkan bagi anak-anak dan orang- lanjut usia (lansia). Hal ini diperkenalkan oleh Akademi Herbal Nusantara (AHN) Pusaka Indonesia lewat kegiatan bertajuk ‘Demo Meramu Jamu dari Dapur untuk Kesehatan Keluarga’. Demo jamu yang digelar di Posyandu Makmur, Tangerang pada 28 Juni 2026 ini menargetkan 3 kelompok utama, yakni anak balita, anak usia sekolah, dan orang tua atau lansia yang menjaga cucu di rumah. Sebanyak 23 orang hadir sebagai peserta.

Rangkaian kegiatan meliputi pengenalan jenis herbal dapur beserta manfaatnya untuk kesehatan keluarga. Beberapa yang diperkenalkan, di antaranya adalah bawang merah dan bawang putih yang memiliki sifat anti bakteri dan anti radang. Dua bumbu dapur ini, ternyata memiliki kemampuan meredakan demam, pilek, dan batuk. Selain itu, juga ada pasangan jahe dan kencur yang bisa  menghangatkan tubuh serta melancarkan peredaran darah. Dua herbal ini cocok untuk mengatasi pusing, masuk angin, dan badan meriang.

Kemudian kunyit, yang kandungan kurkuminnya dapat membantu menurunkan peradangan dan meringankan gejala demam serta nyeri. Selain itu, ada ketumbar dan lada yang bersifat karminatif dan dapat  melancarkan pencernaan. Lalu ada sereh yang bermanfaat untuk  menenangkan saraf dan membantu meredakan batuk serta meningkatkan nafsu makan.

Selain memperkenalkan jenis-jenis herbal dapur, Tim AHN juga memberikan beberapa tips dalam pengolahan. Misalnya anjuran untuk menggunakan peralatan berbahan stainless steel, tanah liat atau kaca. Disarankan untuk tidak menggunakan bahan alumunium, karena dapat bereaksi negatif terhadap kandungan senyawa kimia alami dalam herbal.

Baca juga: Pegagan: Herbal Ampuh untuk Daya Ingat

Resep Jamu untuk Mencegah Penurunan Daya Ingat

Salah satu masalah utama yang sering dikeluhkan oleh orang-orang yang sudah lanjut usia adalah penurunan daya ingat. Pada orang-orang dengan usia lanjut, penyebab umum yang dikenal adalah proses penuaan alami yang menyebabkan bagian otak yang memiliki fungsi memori mengalami penyusutan. Selain itu, produksi zat kimia yang memiliki fungsi mengirimkan pesan antar sel otak juga menurun.

Namun, terlepas dari penurunan fungsi yang terjadi secara alami tersebut, secara medis maupun ilmiah telah terbukti bahwa ramuan jamu dan herbal dapat mempertahankan fungsi otak dan daya ingat jika diolah dan dikonsumsi dengan cara yang tepat. Hal inilah yang disosialisasikan oleh Tim AHN, yang secara langsung mengajak praktik pembuatan jamu daya ingat pada kegiatan tersebut.

Dalam resep ini, pegagan menjadi bintang utama, dengan didukung oleh jahe, kunyit, dan sereh. Hal ini karena mengingat manfaat pegagan yang luar biasa dalam meningkatkan daya ingat dan fungsi otak. Menurut buku ‘Jamu: Resep Kuna untuk Kesehatan Manusia Modern’, kandungan asiaticoside dan madecassoside dalam pegagan memiliki efek neuroprotektif dan dapat membantu meningkatkan daya ingat dan fungsi kognitif. Oleh karena itu, pegagan sering digunakan untuk mengatasi masalah memori dan meningkatkan konsentrasi.

Berikut resep yang dapat dipraktikkan di rumah masing-masing:

Bahan:

  1. ­Jahe 1 ibu jari, memarkan dan iris
  2. ­Pegagan 4-5 daun
  3. ­Kunyit 1 jari, iris tipis atau parut
  4. ­Sereh 1 batang, memarkan dan iris
  5. ­Gula aren secukupnya
  6. Air 300 ml

Cara membuat:

Didihkan air, lalu masukkan jahe, kunyit, sereh. Kecilkan api, rebus kembali selama 10 menit. Masukkan pegagan, lalu lanjut rebus lagi 5-10 menit. Tambahkan gula aren, aduk rata. Matikan api.

Ramuan ini disarankan untuk diminum 1 kali sehari, selama 5 hari berturut-turut. Selanjutnya, beri jeda selama 2 hari, lalu lanjutkan kembali meminum selama 5 hari berturut-turut. Selama proses tersebut, evaluasi respons tubuh. 

Peserta demo meramu jamu mengikuti proses belajar dengan antusias

Peserta demo meramu jamu mengikuti proses belajar dengan antusias

Resep Jamu untuk Meningkatkan Nafsu Makan Anak

Selain jamu untuk mempertahankan daya ingat, Tim AHN juga mengajak praktik pembuatan jamu untuk meningkatkan nafsu makan anak. Bukan rahasia lagi jika masalah utama yang sering dikeluhkan orang tua adalah soal anak-anak yang sangat susah diajak makan.

Berikut resep yang dapat dipraktikkan di rumah masing-masing:

Bahan:

  1. ­Ketumbar 1/2 sdt
  2. Madu secukupnya
  3. Air 300ml

Cara membuat:

Didihkan air, lalu masukkan ketumbar. Rebus selama 10 menit, lalu matikan api. Saring lalu tambahkan madu, aduk rata sebelum diberikan kepada anak. Ramuan ini disarankan untuk diberikan kepada anak 1 kali sehari selama 5 hari berturut-turut. Beri jeda 2 hari, lalu lanjut minum kembali selama 5 hari. Selama proses tersebut, evaluasi respons tubuh.

Baca juga: Minuman Herbal untuk Pelengkap Jamuan di Hari Raya

Konsistensi adalah Kunci

Christin Winata dari AHN menyampaikan, jamu dapat bekerja memberikan nutrisi menyeluruh bagi tubuh. Jamu juga dapat membantu memperbaiki bagian tubuh yang perlu dipulihkan. Namun, konsistensi dalam konsumsi tetap menjadi kunci. “Efek jamu tidak instan. Khasiatnya muncul perlahan seiring konsistensi dalam meminum dan mengevaluasi respons tubuh secara berkala oleh setiap individu,” jelasnya.

Ia menambahkan, kegiatan ini diharapkan dapat mendorong lebih banyak keluarga di Tangerang untuk menjadikan jamu sebagai gaya hidup sehat yang sederhana, terjangkau, dan berkelanjutan.

Sementara itu, peserta pun sangat antusias mengikuti kegiatan. “Jamunya enak dan tidak pahit. Resepnya simpel dan bahannya gampang didapat dari dapur,” tutur Sulasmi, salah satu peserta.

 

Listiana Ulya
Kader Pusaka Indonesia Jawa Barat

Reaksi Anda:

Loading spinner