Siapa yang tidak kenal dengan karedok leunca? Penggemar kuliner, pasti pernah mencicipi masakan khas Sunda ini. Bentuknya bulat kecil dengan tekstur lembut, bernama latin Solanum Nigrum L. Dalam bahasa Jawa, leunca memiliki sebutan lain, yaitu ranti.
Leunca termasuk dalam keluarga Solanaceae. Beberapa jenis tanaman yang satu keluarga dengan leunca, diantaranya adalah terong, tomat dan cabai. Leunca memiliki diameter kurang dari 1 cm. Sekilas mirip dengan buah anggur, tetapi leunca berwarna hijau dan berubah warna menjadi keunguan ketika matang. Tak heran, di negara-negara Eropa tumbuhan ini disebut Black Nightshade.
Baca juga: Stop Gorengan! Ini 3 Cara Mengolah Tempe yang Lebih Sehat untuk Menu Sahur
Serupa Tapi Tak Sama
Uniknya lagi, leunca ini ternyata memiliki kembaran. Biasanya orang awam sulit membedakan dua jenis tanaman yang sangat mirip ini. Jangan sampai tertukar, ya!
Siapakah kembaran Leunca? Jawabannya adalah takokak. Sama-sama berasal dari keluarga Solanaceae. Namun, yang sangat jelas menjadi pembeda, tanaman perdu ini tumbuh tegak dan tinggi tanamannya bisa mencapai 3 meter, berduri jarang, serta warna buahnya ketika tua berubah menjadi jingga. Bisa dibilang takokak adalah versi leunca dengan ukuran pohon yang lebih besar. Batangnya mirip tumbuhan terong, sementara leunca cenderung mirip pohon cabai.
Kembali ke leunca, jika kita berkunjung ke rumah makan Sunda, sayuran ini pasti menjadi lalapan ataupun bahan sambal yang wajib hadir dalam menu. Karedok leunca adalah hidangan yang biasa disantap dalam keseharian masyarakat Sunda, makanan khas yang identik dengan kehangatan keluarga. Meskipun orang Sunda merantau jauh dari kampung halamannya, karedok leunca menjadi menu kenangan yang tidak mungkin dilupakan.
Manfaat Kesehatan Leunca
Masyarakat tempo dulu telah dengan bijaksana menjadikan leunca sebagai menu lalapan. Ternyata kandungan nutrisi yang terdapat pada leunca sangat kompleks, dan tentunya bermanfaat bagi kesehatan. Leunca mengandung zat besi, vitamin (A, B1, C), fosfor, kalsium, hingga antioksidan (solamargine, solasodine, solasonine), dan lainnya.
Manfaat kesehatan leunca antara lain, dapat mengobati infeksi saluran kemih, karena bersifat antibakteri. Selain itu, leunca memiliki kandungan antioksidan tinggi, sehingga dapat mencegah sekaligus menghambat pertumbuhan sel kanker. Leunca juga dapat mengatasi rematik dan asam urat karena memiliki anti inflamasi untuk mengurangi peradangan. Senyawa saponin leunca mampu mengontrol kadar gula darah.
Selain itu, vitamin A yang ada pada leunca dapat berguna bagi kesehatan mata. Sesuai kebutuhan manusia modern yang sehari-harinya tidak lepas dari blue light. Antioksidan pada Leunca tidak hanya untuk mencegah penyakit kanker, tapi juga bermanfaat untuk memperlambat penuaan.
Baca juga: Mengenal Pegagan, Tanaman Herbal Ajaib dengan Kandungan Adaptogen
Resep Karedok Leunca
Segarnya sayuran yang satu ini menjadi begitu khas dengan rasa pahit dan sedikit manis yang dimilikinya. Sangat cocok untuk dihidangkan dalam menu masakan keluargamu di rumah. Let’s go, coba resepnya!
Bahan-bahan:
- Leunca
- Gula
- Garam
- Terasi
- Bawang putih
- Cikur
- Cabai
- Daun Kemangi
Cara mengolah:
- Masukan penyedap rasa seperti gula, garam, terasi, bawang putih, cikur, cabai dan kemudian ulek kesemua bumbunya. Lalu tambahkan daun kemangi, dan ulek sedikit.
- Setelah itu masukan leunca yang sudah dicuci bersih. Jangan diulek sampai lembut! Hanya sampai buah leuncanya meletus saja agar krenyes di mulut meninggalkan kesan sayuran yang segar.
Mari menanam Leunca di pekarangan rumah! Selain nikmat untuk menu lalapan keluarga, leunca juga bisa menjadi andalan superfood alami bagi kesehatan bersama.
Erna Setiani
Kader Pusaka Indonesia wilayah Jawa-Barat
Sumber referensi:
- Apa Bahasa Indonesianya Leunca?
- Manfaat Leunca untuk Kesehatan
- (1841) KHASIAT BUAH LEUNCA UNTUK KESEHATAN YANG HARUS KAMU KETAHUI – YouTube
- Buku ‘Buah Takokak ( Solanum Torvum Swartz) Menurunkan Kolesterol oleh Melani Sukma Dewi Harahap, Lina dan Nora Haryani
Reaksi Anda:




