Sorgum termasuk dalam kelompok serealia atau biji-bijian yang mengandung protein dan berbagai nutrisi untuk tubuh. Tanaman ini memiliki berbagai keunggulan, di antaranya dapat dipanen lebih dari satu kali serta mampu tumbuh di lahan kering dengan perawatan yang relatif mudah.
Sebelum mengenal nasi sebagai makanan pokok utama, nenek moyang kita sudah terbiasa mengonsumsi berbagai sumber pangan lokal seperti singkong, ubi jalar, talas, jagung, dan sorgum. Di berbagai daerah di Indonesia, termasuk Bali, masyarakat juga mengenal pola konsumsi pangan yang beragam, yaitu mengombinasikan nasi, jagung, atau ubi-ubian dengan hasil panenan setempat, seperti kacang-kacangan sebagai makanan sehari-hari.
Baca juga: Tujuh Prinsip Pangan Sehat Yang Perlu Diketahui
Secara historis, sorgum pernah menjadi salah satu tanaman yang banyak dibudidayakan di Kota Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali. Bahkan, lambang Kota Singaraja adalah seekor singa ambara raja yang digambarkan memegang untaian sorgum. Di kalangan masyarakat tua di Singaraja, sorgum dikenal dengan nama “jagung gembal”. Saat ini, budidaya sorgum mulai digalakkan di Singaraja sebagai pangan lokal yang bernilai tinggi.
“Temuan inilah yang mendasari Tim Riset Kedaulatan Pangan Nusantara (KPN) Pusaka Indonesia menggali kembali sejarah sorgum sebagai alternatif pengganti nasi dan mencoba mengonsumsinya dalam kehidupan sehari-hari,” ucap Novera Wahju Irawati, kader Pusaka Indonesia wilayah Bali.
Baca juga: Kebun Sorgum dengan Metode Ramah Lingkungan
Manfaat Konsumsi Sorgum
Sorgum kaya akan manfaat bagi kesehatan. Kandungan seratnya yang tinggi membantu memberikan rasa kenyang lebih lama. Selain itu, sorgum mengandung protein, zat besi, magnesium, kalium, fosfor, serta antioksidan yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, sorgum juga dapat diolah menjadi tempe.
Cara Memasak Nasi Sorgum
Sorgum dikenal memiliki bentuk bulir-bulir biji yang memerlukan teknik pengolahan tertentu saat dimasak serta membutuhkan waktu yang relatif lebih lama hingga siap untuk dikonsumsi. Tanaman ini memiliki beragam warna, antara lain hitam, putih, cokelat, kuning pucat, dan merah. Ira menjelaskan bahwa sorgum yang sehari-hari dikonsumsinya adalah jenis sorgum merah yang berasal dari Gemah Ripah Nature’s Corner.
Tips Memasak dengan Rice Cooker
- Rendam sorgum selama semalaman atau sekitar 10-12 jam.
- Bilas kembali hingga bersih, lalu masak menggunakan rice cooker dengan perbandingan 1 bagian sorgum : 3 bagian air.
- Proses memasak menggunakan rice cooker umumnya memerlukan waktu sekitar 1,5 – 2 jam hingga sorgum matang dan siap dikonsumsi.
Selain menggunakan rice cooker, sorgum juga bisa diolah dengan cara dikukus. Rendam terlebih dahulu dalam air panas hingga air terserap habis, kemudian kukus hingga sorgum matang.
Saat ini, produk sorgum dalam bentuk beras maupun tepung tersedia melalui platform digital Shopee dan dipasarkan oleh Gemah Ripah Nature’s Corner yang beroperasi di Jakarta, Yogyakarta, dan Bali.
Ni Kadek Ayu Rinawati
Kader Pusaka Indonesia wilayah Bali
Sumber referensi:
- Wawancara dengan Novera Ira, Kader Pusaka Indonesia Wilayah Bali (Tim KPN)
- SORGUM MENJAWAB TANTANGAN ALAM di FLORES TIMUR – NATIONAL GEOGRAPHIC INDONESIA
Reaksi Anda:




