Akademi Herbal Nusantara (AHN) Pusaka Indonesia menggelar demo meracik minuman herbal kekinian dalam rangkaian acara Jogja Book Fair (JBF), 6 September 2026. Kegiatan yang berlangsung di halaman Grahatama Pustaka Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) Daerah Istimewa Yogyakarta ini bertujuan mengenalkan kembali herbal dan rempah Nusantara dengan cara yang praktis dan dekat dengan kehidupan masyarakat masa kini. Kegiatan ini diikuti sebanyak 49 peserta dari berbagai kota, di antaranya dari Yogyakarta, Sleman, Bantul, Semarang, Karanganyar, Boyolali, hingga Palangkaraya.
Acara ini merupakan side event yang terselenggara atas dukungan dan kerjasama antara AHN dan Sub Bidang Penerbitan Pusaka Indonesia bersama Penerbit Mahadaya, yang menjadi salah satu peserta pameran dalam JBF 2026. Jogja Book Fair sendiri diselenggarakan oleh IKAPI Yogyakarta. Dengan dukungan fasilitas panggung utama dari panitia, AHN menghadirkan format demo yang sebelumnya telah beberapa kali dilakukan di daerah lain.
Kenalkan Cara Meracik Minuman Herbal
Kegiatan diawali dengan pengenalan dasar meracik herbal yang materinya bersumber dari buku ‘Jamu: Resep Kuna untuk Kesehatan Manusia Modern’, terbitan Pusaka Indonesia. Setelah itu, peserta diajak menyaksikan demo pembuatan sekaligus mencicipi dua resep minuman herbal, yaitu Teh Kebugaran dan Rosella untuk Relaksasi.
PIC AHN Wilayah Yogyakarta, Prapti Alpandi menuturkan, sebagian peserta merupakan pengunjung Jogja Book Fair dan mendaftar on the spot. Para peserta pun, memberi respons dan antusiasme yang cukup baik. “Banyak peserta tetap mengikuti kegiatan hingga akhir. Mereka cukup aktif berinteraksi, baik sharing maupun tanya jawab berdasarkan pengalaman meraciknya masing-masing,” tutur Prapti.
Salah satu peserta yang berasal dari Palangkaraya bahkan memberikan testimoni bahwa racikan Rosella untuk Relaksasi yang ia cicipi dalam acara ini terasa lebih seimbang dibandingkan minuman rosella yang biasa diminumnya, karena dipadukan dengan bahan herbal lain.
Untuk menambah interaksi, acara ini juga dilengkapi dengan kuis dan doorprize. Peserta yang berhasil menjawab kuis dengan benar mendapatkan doorprize buku ‘Jamu: Resep Kuna untuk Kesehatan Manusia Modern’.
Pengenalan 50 Jenis Herbal dan Rempah
Acara ini adalah bagian dari target AHN untuk memperkenalkan secara bertahap sekitar 50 jenis herbal dan rempah kepada Kader Pusaka Indonesia maupun masyarakat umum. 50 jenis herbal tersebut, merupakan bahan dasar yang relevan terhadap kebutuhan masyarakat dalam merawat kesehatan sehari-hari maupun untuk pengobatan.
Tidak hanya memperkenalkan herbal yang digunakan pada saat demo, AHN juga menampilkan arsip herbarium tanaman herbal dan puluhan jenis herbal lainnya di meja pameran. Media ini juga dimanfaatkan sejumlah orang tua yang mampir ke pameran untuk mengenalkan berbagai jenis herbal kepada anak-anak mereka.
Dari Jamu Tradisional ke Herbal Kekinian
AHN menekankan bahwa herbal dan jamu tidak selalu identik dengan rasa pahit dan dianggap ketinggalan zaman. Dengan kreativitas dalam meraciknya, bahan herbal dapat diolah menjadi minuman yang lebih beragam dan dekat dengan selera masyarakat masa kini.
Yogyakarta menjadi ruang yang tepat untuk edukasi herbal karena tradisi jamunya masih cukup hidup. Menurut Prapti, rempah masih banyak digunakan di warung dan angkringan. Kios jamu pun masih tetap eksis. Sementara kafe mulai menghadirkan kreasi seperti kopi rempah, herbal latte, dan tisane.
Hal ini menunjukkan bahwa tradisi herbal Nusantara tidak hanya bertahan, tetapi juga terus berkembang mengikuti perkembangan zaman. AHN Pusaka Indonesia berencana melanjutkan edukasi herbal secara berkala di Yogyakarta melalui meja meramu, demo meracik, maupun workshop yang memungkinkan peserta ikut praktik langsung.
“Harapannya, semakin banyak masyarakat mengenal jenis dan manfaat herbal, sekaligus memahami cara meraciknya secara tepat,” ungkap Prapti. Dengan begitu, tradisi minum herbal dan jamu Nusantara tidak berhenti sebagai warisan masa lalu, tetapi terus hidup dan berkembang sesuai kebutuhan masyarakat masa kini.
Herbal dan Kepedulian Lingkungan
Edukasi AHN dalam kegiatan ini juga dilengkapi pengenalan cara pilah sampah. Tim mencontohkan bagaimana ampas minuman herbal segera dibawa ke Titik Pilah Sampah (TPS). Ampas dari bahan herbal yang diolah menjadi minuman tersebut termasuk sampah jenis organik yang dapat dimanfaatkan kembali dan diolah menjadi kompos.
Dengan demikian, kegiatan tidak hanya mengajarkan cara meracik herbal, tetapi juga mengajak peserta memperhatikan pengelolaan sisa bahan setelah dikonsumsi.
Theo Roberto
Kader Pusaka Indonesia Wilayah Yogyakarta
Reaksi Anda:




