Juni 2026 menjadi bulan yang penuh semangat bagi Akademi Herbal Nusantara (AHN). Di berbagai daerah, Kader Pusaka bersama masyarakat berkumpul untuk belajar kembali mengenal kekayaan herbal Nusantara melalui workshop dan demonstrasi meramu jamu.

Meski berlangsung di wilayah yang berbeda—Payakumbuh (Sumatra Barat), Grobogan (Jawa Tengah), dan Malang (Jawa Timur)—ketiga kegiatan ini membawa semangat yang sama: membangun pemahaman bahwa meramu jamu bukan sekadar tradisi turun-temurun, melainkan juga keterampilan yang perlu didukung oleh pengetahuan yang benar. Materi yang diberikan sangat beragam, mulai dari memilih bahan, memahami takaran, hingga cara mengolah dan mengonsumsinya. Peserta juga diajak melihat bahwa membuat jamu dapat dilakukan dengan mudah, aman, dan bermanfaat bagi kesehatan keluarga.

Sumatra: Payakumbuh, Menumbuhkan Kebiasaan Sehat dari Dapur Sendiri

Kegiatan AHN di Wilayah Sumatra berlangsung di Rumah Pusaka Indonesia (RPI) Payakumbuh pada Minggu, 21 Juni 2026. Workshop yang dimulai pukul 14.00 WIB ini diikuti oleh 4 kader Pusaka dan 12 peserta dari masyarakat umum.

Melalui sesi edukasi dan demonstrasi meramu jamu, peserta diajak mengenal kembali berbagai tanaman herbal yang sebenarnya telah akrab di dapur sehari-hari. Mereka mempelajari prinsip dasar meramu jamu yang benar, mulai dari memilih bahan, menggunakan peralatan yang tepat, hingga teknik pengolahan yang dapat menjaga kualitas dan khasiat. Selain itu, peserta juga memperoleh pemahaman mengenai cara mengkonsumsi dan menyimpan jamu agar manfaatnya tetap optimal. Sebagai praktik langsung, peserta bersama-sama membuat jamu imunitas Golden Citrus.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Banyak yang mengaku terkejut karena jamu yang dibuat memiliki cita rasa segar dan nikmat tanpa rasa pahit. Mereka juga merasa resep yang diajarkan mudah dipraktikkan di rumah karena menggunakan bahan-bahan yang mudah diperoleh. Di akhir kegiatan, peserta berharap workshop serupa dapat diselenggarakan secara rutin setiap bulan.

Menurut Endang Kurnia, PIC AHN Wilayah Sumatra, meningkatnya perhatian masyarakat terhadap kesehatan menjadi salah satu pendorong tingginya minat mengikuti kegiatan ini. Edukasi herbal dinilai mampu menjawab kebutuhan tersebut melalui pendekatan yang sederhana, praktis, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Menariknya, pengalaman di Payakumbuh juga menjadi gambaran yang muncul di berbagai wilayah penyelenggaraan AHN. Banyak peserta mengaku telah terbiasa membuat jamu sendiri di rumah, tetapi belum memahami dasar-dasar peramuannya. Takaran bahan, dosis, waktu konsumsi, hingga kandungan setiap herbal sering kali belum diperhatikan. Setelah mengikuti workshop, mereka menyadari bahwa meramu jamu memiliki dasar ilmu yang jelas. Kesadaran inilah yang menumbuhkan rasa percaya diri sekaligus semangat baru untuk mengolah herbal dengan lebih tepat, aman, dan bermanfaat bagi kesehatan keluarga.

Baca juga: Bantah Stigma Jamu Pahit, Pusaka Indonesia Ajarkan Cara Meracik Jamu Sehat Kekinian di Gita Fest RRI 2026

Jawa Tengah: Grobogan, Belajar Bersama Wujudkan Generasi Sehat

Di Jawa Tengah, kegiatan bertajuk Workshop Jamu “Wujudkan Generasi Sehat Dari Kearifan Herbal Nusantara” digelar di Kantor BAPPERIDA (Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah) Kabupaten Grobogan pada 12 Juni 2026. Workshop ini menghadirkan jamu untuk flu, batuk, dan demam, Resep Golden Citrus, serta Purple Tea yang lebih populer. Kegiatan ini diikuti oleh 7 kader Pusaka, serta 34 peserta umum — jumlah yang menunjukkan antusiasme masyarakat umum terhadap pengetahuan herbal semakin luas.

Jawa Timur: Malang, Meramu Jamu Bersama Tetangga

Di tanggal yang sama dengan kegiatan di Payakumbuh, pada 21 Juni 2026, kader Jawa Timur mengadakan kegiatan meramu jamu bersama warga sekitar di kawasan Belimbing, Kota Malang. Kegiatan edukasi dan demo pembuatan jamu ini menghadirkan resep Jamu Batuk dan Pilek serta Jamu Imunitas Golden Citrus. Di kesempatan ini, hadir 9 kader dan 5 peserta masyarakat umum. 

Skala kegiatan di Malang memang lebih kecil, namun justru di situlah letak kekuatannya: mengajak tetangga terdekat untuk belajar bersama, menjadikan ilmu herbal sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari di lingkungan rumah.

Baca juga: Redakan Stres dan Kecemasanmu dengan Herbal Alami Nusantara

Satu Semangat, Banyak Wilayah

Rangkaian kegiatan di Payakumbuh, Grobogan, dan Malang memperlihatkan tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk kembali mengenal kekayaan herbal Nusantara. Di setiap daerah, peserta datang dengan rasa ingin tahu yang sama: bagaimana meramu jamu secara benar, aman, dan bermanfaat bagi kesehatan keluarga.

Melalui Akademi Herbal Nusantara, pengetahuan yang selama ini diwariskan secara turun-temurun diperkaya dengan pemahaman yang lebih sistematis. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya mampu membuat jamu sendiri, tetapi juga memahami prinsip-prinsip dasar penggunaannya. Inilah langkah nyata dalam menghidupkan kembali kearifan herbal Nusantara agar tetap relevan dan memberi manfaat bagi generasi masa kini maupun masa depan.

Ikuti terus kegiatan AHN dan berbagai edukasi herbal di instagram @pusakaindonesiagemahripah. Siapa tahu, berikutnya giliran kota Anda. 

 

Ficky Yusrini
Kader Pusaka Indonesia Jawa Barat

Reaksi Anda:

Loading spinner