Akademi Herbal Nusantara (AHN) Pusaka Indonesia mengajak anak-anak di Rumah Baca AIUEO, Denpasar Utara Bali membuat dan mengenal es daluman, 17 September 2026. Kegiatan ini bukan sekedar pembelajaran memasak biasa, namun juga sebagai edukasi tentang pangan lokal. Oleh karena itu, kegiatan ini juga dilaksanakan dengan berkolaborasi dengan Sigma Farming Academy (SFA). 

Kegiatan diikuti sebanyak 44 orang peserta anak-anak dan dewasa, termasuk di antaranya orang tua pendamping. Anak-anak tampak mengikuti dengan dengan sangat antusias, apalagi ini adalah yang pertama kalinya mereka melihat secara langsung bagaimana mengolah daun daluman menjadi cincau hijau. 

Mengenal Daluman

Daluman adalah minuman tradisional warisan leluhur Bali yang hingga kini masih sering dijumpai. Minuman ini diolah dari daun daluman yang memiliki  nama latin Cyclea barbata Miers. Tanaman daluman biasanya tumbuh merambat di permukaan tanah atau bisa menjalar ke batang pohon, pagar, atau bambu.

Secara ilmiah, daun daluman kaya akan senyawa bioaktif seperti polifenol, flavonoid, dan tanin. Zat-zat tersebut berfungsi sebagai antimikroba, antioksidan, anti-inflamasi, antikanker, serta baik untuk membantu menurunkan demam dan mengatasi gangguan pencernaan.

Ada dua jenis daluman, dengan batang merambat dan berbatang kayu. Pada kegiatan ini, jenis daun yang digunakan adalah daun yang lebar, kaku, dan berwarna hijau tua, sehingga menghasilkan cincau dengan warna hijau yang lebih pekat dan gelap.

Baca juga: Pegagan: Herbal Ampuh untuk Daya Ingat

Belajar Konsep 5P Alami

Selain belajar mengolah es daluman, para peserta termasuk anak-anak, juga diajarkan tentang konsep 5P dalam pemanfaatan herbal. 5P adalah pemanis, pengawet, pewarna, penyedap rasa, dan pangan bebas pestisida. Konsep ini mengajarkan bahwa setiap bahan utama yang digunakan dalam mengolah makanan maupun minuman herbal, sebaiknya menggunakan bahan alami. 

Dalam proses belajar membuat es daluman ini, seluruh bahan menggunakan bahan alami yang bebas dari kimia sintetik. Misalnya, pemanis menggunakan gula merah, tidak ada tambahan pengawet, pewarna menggunakan bahan daun daluman, serta penyedap rasa dari santan kelapa yang dibakar (lebih sehat ketimbang direbus). Di samping itu, daun daluman yang digunakan pun berasal dari Kebun Surgawi (KS) 29 yang dikelola secara organik dengan metode Sigma Farming. 

Pengelola Rumah Baca AIUEO yang juga merupakan Kader Pusaka Indonesia, Novera Ira mengungkapkan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekedar belajar membuat minuman. Pembelajaran terbesarnya adalah mengenalkan kembali pangan lokal yang sehat, aman, dan bebas bahan sintetis sejak dini.

Kegiatan sederhana ini bukan hanya tentang membuat minuman, tetapi juga tentang mengenalkan kembali pangan lokal yang sehat, aman, dan bebas bahan tambahan sintetis sejak dini. “Sementara bagi pendamping anak, kegiatan ini sekaligus untuk mengingatkan bahwa daluman adalah minuman tradisional warisan nenek moyang, dan penting dikenalkan pada anak-anak,” ungkapnya.

Novera juga berharap anak-anak bisa terdorong untuk belajar mengenal tanaman, sebab bahan makanan dan minuman sehari-hari banyak yang bahannya bisa ditanam sendiri. “Jangan sampai anak-anak ini ketika sudah besar tidak mengenali makanan dan minuman lokal warisan nenek moyang,” pungkasnya.

Baca juga: Merawat Tubuh dari Dapur: Workshop Jamu Pusaka Indonesia di Bogor

Bahan dan Cara Membuat

Berikut resep es daluman yang dapat dipraktikkan di rumah: 

Bahan Daluman:

  • 33 lembar daun daluman tua yang lebar dan kaku (kurang lebih 90 gr), cuci bersih
  • 750 ml air hangat
  • Kelapa tua yang sudah dibakar sebentar
  • Gula merah
  • Daun pandan wangi

Cara Membuat:

  1. Masukkan daun daluman dalam wadah bersih, tuang air hangat sedikit demi sedikit sambil diremas-remas hingga daun hancur, berlendir dan mengental. Setelah itu saring.
  2. Cairan hasil saringan yang kental tersebut akan segera memadat dan membentuk gel secara alami. Teksturnya menjadi kenyal, lembut, dan elastis tanpa perlu penambahan agar-agar atau bahan pengental lainnya.
  3. Untuk membuat santan segar, parut kelapa tua yang sudah dibakar sebentar.  Kemudian tambahkan air matang hangat yang sebelumnya telah direbus bersama daun pandan. Remas-remas, peras, dan saring.
  4. Sebagai pemanis, sisir gula merah, masukkan ke dalam panci, tambahkan sedikit air dan daun pandan wangi, rebus dengan api kecil hingga larut semua, lalu saring.

Cara Penyajian

Ambil daluman dengan sendok, masukkan ke dalam gelas. Tambahkan sedikit air, tuangi santan segar dan gula merah. Dapat ditambahkan es batu. Rasanya segar dengan aroma santan yang gurih karena kelapa dibakar dan harum pandan.

 

Listiana Ulya
Kader Pusaka Indonesia DKI Banten

Reaksi Anda:

Loading spinner