Bagi sebagian orang, sayur lompong mengingatkan pada kampung halaman. Resep rumahan khas kampung-kampung di Jawa ini terbuat dari tanaman talas, dengan nama latin Colocasia esculenta. Sayur lompong yang sederhana namun nikmat ini terbuat dari batang tanaman talas.
Jika ditelusuri lebih jauh, sayur lompong bukan sekadar makanan, tetapi juga menggambarkan cara hidup masyarakat Jawa yang cerdas dalam mengolah seluruh bagian tanaman talas, sehingga meminimalkan bagian yang terbuang. Jauh sebelum kampanye zero waste digaungkan generasi masa kini, masyarakat di Jawa sudah terbiasa memanfaatkan bahan pangan dengan optimal.
Selain rasanya yang sedap, sayur lompong dikenal punya khasiat yang tidak kaleng-kaleng. Di antaranya untuk kesehatan pencernaan, meningkatkan daya tahan tubuh, menjaga kesehatan jantung dan kulit, menangkal radikal bebas, serta menurunkan kolesterol. Manfaat ini diperoleh dari kandungan kalium, kalsium, antioksidan, fosfor, asam amino, serat, dan mineral lainnya, serta senyawa aktif seperti saponin, alkaloid, tanin, flavonoid, dan polifenol yang baik bagi kesehatan. Bahkan, ekstrak dari lompong bisa digunakan sebagai bahan pengawet bakso.
Baca juga: Belajar Pangan Lokal Lewat Racikan Es Daluman Khas Bali
Pangan Lokal sebagai Ketahanan Pangan
Bahan pangan lokal seperti talas merupakan sumber ketahanan pangan yang berharga dan perlu dilestarikan. Selain murah dan mudah ditemukan, bahan pangan lokal juga memiliki kandungan gizi yang cocok dengan karakter tubuh manusia yang tinggal di wilayah tersebut. Melestarikan warisan kuliner berbahan pangan lokal merupakan upaya yang harus kita jaga, agar masyarakat mampu memenuhi kebutuhan gizinya di tengah kondisi ekonomi yang fluktuatif. Menjaga budaya kuliner dan pangan lokal juga merupakan upaya untuk turut menjaga keanekaragaman hayati di lingkungan kita.
Sayangnya, sayur lompong mulai terlupakan karena tidak meratanya pengetahuan tentang pangan lokal pada masyarakat masa kini. Ada gap pengetahuan antar generasi dan antar wilayah yang membuat pengetahuan tentang pangan lokal masih belum tersebar dengan luas. Bagi Anda yang sedang mencari resep masakan tradisional sederhana dan bisa dicoba di rumah, sayur lompong bisa jadi alternatif menarik. Teksturnya yang kenyal dan kuah gurihnya dan nikmat akan membuat selera makan keluarga bertambah.
Resep Sayur Lompong
Bahan-bahan:
- Lengkuas, jahe, kunyit dan kencur, masing-masing 1 ruas jari
- Bawang merah 4 siung
- Bawang putih 2 siung
- Gula merah ½ gandu (1 gandu, sama dengan 1 bulatan gula merah)
- Kemiri 2 biji
- Cabe rawit (sesuai selera jika ingin ada rasa pedas)
- Salam 2 lembar daun
- Serai 1 lembar daun
- Tomat 2 buah
- Daun bawang 2 batang
- Santan 300ml
Cara mengolah lompong:
- Lompong dicuci bersih terlebih dahulu kemudian kupas kulit luarnya.
- Potong-potong dengan ukuran sedang (4 – 5 cm). Ukuran panjangnya cukup pakai perkiraan, karena jika dimasak nantinya akan menjadi lembek.
- Untuk memastikan getahnya berkurang, cuci lagi setelah dipotong, lalu rebus sampai lunak (sekitar 10 menit).
- Setelah direbus, lompong dicuci kembali dengan air mengalir.
Cara memasak:
- Ulek semua bumbu, kecuali serai, daun bawang, tomat, cabe dan daun salam.
- Geprek serai, iris tomat dan cabe, serta potong-potong daun bawang.
- Setelahnya, bumbu yang sudah diulek kemudian ditumis bersamaan dengan irisan tomat, irisan cabe, serai yang sudah digeprek, dan potongan daun bawang sampai harum.
- Lalu masukkan lompong dan tambahkan air (banyaknya kuah sesuai selera).
- Beri penyedap rasa secukupnya.
- Masak sampai matang.
Baca juga: Dari Koro Pedang hingga Sorgum, Riset Pangan Lokal Bahan Baku Tempe
Dengan resep praktis seperti ini saja, bisa membuat kamu nagih apalagi jika kamu ingin mencoba mengkreasikannya dengan tambahan bahan lain sesuai selera, misalnya dengan ikan asin atau diolah dengan daging ayam. Bahkan bisa juga dijadikan sebagai sayur untuk tambahan kuah ketupat. Coba praktik deh, buat ngebuktiin betapa enaknya pangan lokal yang satu ini.
Silakan coba resepnya di rumah dan mulailah jadi bagian dari ketahanan pangan keluarga tercinta. Temukan juga resep-resep pangan lokal lainnya yang dikembangkan oleh Tim Kedaulatan Pangan Nusantara (KPN) Pusaka Indonesia di pusakaindonesia.id.
Erna Setiani
Kader Pusaka Indonesia Jawa Barat
Daftar Referensi:
- Lompong, Batang Talas yang Bernutrisi dan Kaya Manfaat
- Manfaat Lompong Talas Dan Kandungan Nutrisinya | Pelita Banten
- Lompong: Keajaiban Batang Talas Nusantara dan Resep Tradisional
- Kenapa Daun Talas Bikin Gatal, tapi Tetep Enak Dimakan? Ini Penjelasannya! | kumparan.com
Reaksi Anda:






