Rabu pagi pada 16 September 2026, puluhan ibu-ibu anggota Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) DKI Jakarta mengikuti kegiatan Demo Meramu Jamu yang diselenggarakan oleh Akademi Herbal Nusantara (AHN) Pusaka Indonesia. Kegiatan berlangsung di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Citra Betawi, Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan.
Demo meramu jamu ini merupakan salah satu dari lima sesi kegiatan yang dirancang oleh Pusaka Indonesia bersama PKK DKI Jakarta. Setelah di RPTRA Citra Betawi, kegiatan demo selanjutnya akan diselenggarakan di berbagai titik di wilayah Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Utara, dan Jakarta Pusat. RPTRA dipilih sebagai lokasi kegiatan dengan pertimbangan ketersediaan kelengkapan sarana dan prasarana yang dibutuhkan untuk mendukung pelaksanaan kegiatan. Selain itu, kegiatan ini sekaligus menjadi sarana wisata edukasi tanaman obat yang tersedia di lokasi tersebut.
Baca juga: Edukasi Herbal AHN: Cegah Penurunan Daya Ingat dan Atasi Susah Makan Anak
Koordinator Bidang AHN Pusaka Indonesia, Ine Bayyina Redjamat menuturkan, kerjasama antar Pusaka Indonesia dan PKK DKI berawal dari kegiatan demo meramu jamu yang diselenggarakan pada kegiatan Gita Festival di Gedung RRI pada bulan Juni 2026. Kegiatan yang juga dihadiri sejumlah anggota PKK Jakarta Pusat dan DKI tersebut, kemudian ditindaklanjuti dengan kerjasama lebih lanjut. “Kegiatan meramu jamu di acara tersebut rupanya menarik minat para pengurus PKK,” tutur Ine.
Di RPTRA Citra Betawi, kegiatan demo meramu jamu dimulai dengan pemaparan materi tentang self-awareness untuk mengenali perubahan keseimbangan kondisi tubuh termasuk pikiran, lalu mengelolanya untuk kembali mencapai keseimbangan. Tanda-tanda tubuh tidak seimbang diantaranya limbung saat bangun tidur, mudah ngantuk, mudah lelah, tidak bugar, pusing, dan sembelit. Peserta juga dibekali pemahaman tentang bagaimana menjaga kesehatan dengan konsep 5P alami. 5P adalah pemanis, pewarna, penyedap, pengawet, dan pangan bebas pestisida.

Tim AHN memperlihatkan bahan herbal kepada peserta demo jamu
Untuk pemanis makanan, peserta disarankan menggunakan gula aren atau madu. Sementara untuk pewarna, dapat menggunakan kunyit, bunga telang, daun suji, dan kayu secang. Lalu penyedap sebaiknya menggunakan rempah dengan memadukan rasa manis, asin dan asam yang tepat. Pengawet menggunakan madu dan garam. Lalu, pangan yang dikonsumsi sebaiknya bebas pestisida.
Materi selanjutnya adalah pemaparan tentang peralatan meramu yang boleh dan tidak boleh digunakan, takaran dan dosis, serta khasiat dari delapan jenis herbal dapur, yakni bawang merah, bawang putih, kunyit, jahe, sereh, ketumbar, lengkuas dan asam jawa. Peserta juga berkesempatan menyaksikan demo meramu jamu imunitas golden citrus dan jamu flu batuk.
Peserta bertanya dengan aktif dengan perhatian tertuju pada pemaparan materi dan demo meramu jamu yang sedang berlangsung. Selain demo, peserta diberi kesempatan mencicipi jamu yang diracik. Sebagian besar peserta mengaku menyukai rasanya yang dinilai enak dibandingkan jamu pada umumnya.
Salah seorang penanya, Dwi Cahyanti mengaku ingin mulai membuatkan jamu untuk anaknya yang sudah mulai menginjak remaja. “Acaranya sangat menarik dan saya jadi tertarik untuk mencoba membuat herbal di rumah. Semoga Pusaka Indonesia lebih sering membuat acara seperti ini yang bisa dijangkau masyarakat luas,” ucap Dwi. Ia juga menanyakan, apakah herbal dengan dosis kecil tetap memiliki manfaat atau tidak. Menanggapi pertanyaan ini, Tim AHN menyampaikan bahwa, setiap tetes herbal tetap memiliki kandungan senyawa aktif yang memberikan khasiat dalam mendukung kesehatan tubuh. Di samping itu, dosis kecil sangat dianjurkan untuk menghindari kelebihan dosis yang bisa memicu munculnya alergi.
Ata Astuti
Kader Pusaka Indonesia Jawa Barat
Reaksi Anda:




