Hari Anak Nasional yang setiap tahun jatuh pada tanggal 23 Juli, perhatian kita kembali tertuju pada dunia pendidikan. Tahun ini, pemerintah memperluas Program Sekolah Rakyat sebagai upaya membuka akses belajar bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Langkah ini patut diapresiasi. Namun, muncul satu pertanyaan mendasar: “Apakah membangun sekolah saja sudah cukup untuk membangun masa depan anak Indonesia?”
Perlu kita ingat, anak-anak justru lebih banyak belajar dari keluarga, lingkungan, media sosial, hingga interaksi di ruang digital yang mereka jumpai setiap hari. Karena itu, membangun pendidikan seharusnya bukan hanya membangun sekolah, melainkan juga membangun lingkungan yang mendukung kesehatan mental anak.
Anak-anak memang membutuhkan akses pendidikan yang merata. Namun, tantangan pendidikan hari ini tidak lagi sebatas memastikan semua anak dapat bersekolah. Mereka juga perlu dibekali karakter yang kuat, kemampuan berpikir kritis, literasi digital, serta semangat gotong royong agar mampu menghadapi perubahan zaman tanpa kehilangan jati dirinya. Karena pendidikan seharusnya mampu melahirkan generasi yang berani berkata benar, menghargai kejujuran, dan menolak segala bentuk korupsi dalam kehidupan sehari-hari.
Baca juga: Pancasila dan Generasi Muda di Era Digital
Pandangan ini sejalan dengan UNICEF yang menegaskan bahwa tumbuh kembang anak memerlukan dukungan pengasuhan yang baik, lingkungan yang aman, pendidikan berkualitas, serta kolaborasi berbagai pihak agar setiap anak dapat mengembangkan potensinya secara optimal. Pendidikan adalah tanggung jawab bersama antara keluarga, masyarakat, dan negara.

Anak-anak belajar mengenali tanaman di Kebun Surgawi Bali
Di sinilah pemikiran Ki Hadjar Dewantara tentang Tri Pusat Pendidikan tetap relevan. Keluarga menanamkan nilai, sekolah mengembangkan pengetahuan, sedangkan masyarakat menyediakan ruang bagi anak untuk mempraktikkan nilai-nilai tersebut. Ketiganya tidak dapat berjalan sendiri-sendiri. Di situlah nilai kejujuran, tanggung jawab, disiplin, dan kepedulian ditanamkan sejak dini. Nilai-nilai sederhana yang menjadi fondasi lahirnya generasi yang berintegritas dan antikorupsi.
Jadi untuk memperbaiki sistem pendidikan Indonesia, yang paling mendesak bukan hanya membangun lebih banyak sekolah, meningkatkan kualitas guru, atau memperkuat pendidikan karakter. Yang lebih penting adalah membangun ekosistem pendidikan yang menghadirkan ruang tumbuh yang sehat bagi anak. Diikuti oleh peran keluarga yang turut mendidik, masyarakat yang peduli, budaya yang menguatkan, serta ruang digital yang aman.
Semangat inilah yang juga tercermin dalam berbagai kegiatan Pusaka Indonesia. Melalui kegiatan Ngaji Pancasila, pelestarian seni dan budaya, Social Entrepreneur Academy (SEA), Sigma Farming Academy (SFA), hingga berbagai ruang belajar masyarakat. Pusaka Indonesia menunjukkan bahwa anak-anak dan generasi muda perlu belajar mencintai budaya, mengembangkan kepemimpinan, membangun kemandirian, serta menghidupi nilai gotong royong dalam kehidupan sehari-hari.
Baca juga: Optimisme untuk Indonesia yang Bahagia
Momentum Hari Anak Nasional menjadi pengingat bahwa membangun masa depan anak bukan hanya tugas guru atau pemerintah. Orang tua, komunitas, media, dunia usaha, hingga masyarakat luas memiliki tanggung jawab yang sama untuk menghadirkan lingkungan yang aman, sehat, dan mendukung tumbuh kembang anak.
Membangun sekolah adalah investasi bagi pendidikan. Membangun ruang tumbuh yang sehat bagi setiap anak adalah investasi bagi masa depan bangsa. Karena pada akhirnya, membangun anak berarti juga membangun peradaban.
Theo Roberto
Kontributor Bidang Riset dan Kajian Pusaka Indonesia
Daftar Referensi:
- Ki Hajar Dewantara: Arah Baru Perjuangan, Pendidikan, dan Kebudayaan
- Menelusuri Jejak Sistem Pendidikan Era Keemasan Nusantara
- Momentum Hardiknas: Meneguhkan Pendidikan yang Memerdekakan dan Berkarakter
- Sekolah Rakyat Hadir Memutus Rantai Kemiskinan melalui Pendidikan
- Pedoman Hari Anak Nasional 2026
- Referensi untuk Orang Tua
- Materi Referensi terkait Perlindungan Anak
Reaksi Anda:




